logo

SELAMAT DATANG

Website ini merupakan situs resmi Pengadilan Tinggi Agama Pontianak Sebagai Wujud Keterbukaan Informasi di Pengadilan
SELAMAT DATANG

8 Nilai Utama Mahkamah Agung RI

Delapan Nilai Utama yang Harus di Internalisasi dan di Implementasikan Sehingga Menjadi Ruh Setiap Insan Peradilan
8 Nilai Utama Mahkamah Agung RI

ZONA INTEGRITAS

Pengadilan Tinggi Agama Pontianak konsisten membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Wilayah Birokrasi Bersih & Melayani (WBBM)
ZONA INTEGRITAS

Aplikasi SIPP

Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.
Aplikasi SIPP

SIWAS

Aplikasi yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, untuk melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan dibawahnya.
SIWAS

e-Court Mahkamah Agung RI

e-Court Mahkamah Agung RI adalah layanan bagi Pengguna Terdaftar untuk Berpekara secara Elektronik yang dilakukan dengan saluran elektronik : e-Filling (Pendaftaran Perkara Online), e-Payment (Pembayaran Panjar Biaya Perkara Online), dan e-Summons (Pemanggilan Pihak secara Online)
e-Court Mahkamah Agung RI
Selamat datang di website resmi Pengadilan Tinggi Agama Pontianak || Mari berpartisipasi dalam e-survey PTA Pontianak, penilaian anda mejadi motivasi peningkatan kinerja kami

Written by Super User on . Hits: 54

Di Tengah Atmosfir Maulid Nabi

Oleh : Dr.Amam Fakhrur

 

artikel ditengahatmosfir

Terkait dengan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW,ada beberapa istilah yang digunakan oleh masyarakat, ada yang menggunakan istilah Maulid,ada yang menggunakan istilah Maulud dan ada yang menggunakan istilah Milad. Dalam istilah asal arabnya, kata Maulid merujuk kepada waktu atau tempat kelahiran.Kata Maulud merujuk kepada sesuatu yang dilahirkan. Sedang kata Milad merujuk kepada kelahirannya.

Selain itu masyarakat di Indonesia,khususnya ada yang menyebut istilah dengan menyesuakan dialek sukunya. Masyarakat Jawa, sering menyebutnya dengan Muludan. Masyarakat madura menyebutnya Molodan. Istilah – istilah itu akrab dengan tradisi yang serigkali diselenggarakan oleh masyarakat muslim dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang kelaiharannya diyakini tepat pada tanggal 12 Rabi’ul Awal, pada kelender Hijriyah. Dalam tulisan ini saya memilih sebutan Maulid saja.

Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, tahun ini jatuh pada tanggal 28 Oktober 2020 M.Seperti tahun-tahun sebelumnya di media sosial saya, “sliweran” ucapan selamat atas Maulid Nabi Muhammad SAW. Disertai ucapan do’a agar kita bisa meneladani beliau. Jelang.saat dan beberapa hari setelahnya ucapan itu masih banyak yang masuk. Pokoknya di sekitar tanggal itu di media sosial sangat terasa nuansa hal ihwal Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bagi sebagian masyarakat muslim Indonesia memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sangat mentradisi dan sudah berlangsung turun temurun. Sewaktu saya kecil, sebagian masyarakat dikampung saya menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi dengan cara membawa ragam makanan ke masjid, membaca kitab Berzanji dan membaca do’a. Sebagiannya dengan menggelar sejumlah acara, diselenggarakan lomba adzan,lomba baca al-Qur’an,lomba pidato,lomba cerdas cermat di bidang keagamaan, mengadakan pawai dengan membawa obor di malam hari dan ditutup dengan ceramah agama dengan mendatangkan penceramah keren dari luar kota.

Di Yogyakarta dan Surakarta,di keratonnya diselenggrakan Grebeg Mulud.Grebeg artinya mengikuti, yaitu mengikuti Sultan dan para pembesar keluarga dari keraton menuju masjid untuk mengikuti perayaan kelahiran Nabi. Di acara ini lengkap dengan sarana upacaranya,termasuk nasi gunungan.

Di Cirebon peringatan kelahiran Nabi, diawali dengan upacara Panjang Jimat. Diawali dengan arak-arakan abdi dalem dengan membawa sejumlah benda pusaka ke keraton. Di keraton hidangan disajikan selagi para abdi dalem membaca kitab Berzanji. Setelah selesai,nasi dibagikan kepada sultan beserta keluarga, para abdi dalem dan kepada masyarakat yang datang.

Banyak instansi pemerintah dan lembaga pendidikan yang melaksanakan peringatan kelahiran Nabi, dilakukan dengan acara berkumpul di aula,untuk mendengar ceramah keagamaan yang menceriterakan tentang akhlak Nabi pada masanya untuk dijadikan suri tauladan kehidupan di masa ini. Dan banyak ragam pernik-pernik masyarakat dalam memperingati kelahiran Nabi. Maulid Nabi telah diperingati dengan ragam acara dari skala kecil sampai besar.

Di istana negara juga setiap tahunnya diselenggarakan peringatan Maulid Nabi yang dihadiri oleh Presiden, Wakil Presiden, para Menteri,para duta besar negara sahabat dan sejumlah undangan. Biasanya acara diawali dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an,sambutan Menteri Agama,sambutan Presiden dan diisi dengan tausiah.

Di luar itu semua ada juga sebagian masyarakat muslim yang anti terhadap peringatan kelahiran Nabi. Mereka menganggap peringatan kelahiran Nabi adalah kategori bid’ah (baharu) yang tidak dituntunkan oleh agama,tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan sahabat-sahabatnya.

Kesemuanya itu telah memicuku untuk memikirkan ulang tentang kelahiran Nabi. Perlu pembaharuan perspektif diri menuju perkembangan diri yang tidak stagnan. Memang perlu waktu dan ruang khusus untuk keluar dari hiruk pikuk perayaan peringatan kelahiran Nabi. Di saat itu memang semua inderaku telah dibombardir dengan peringatan kelahiran Nabi dengan segala pernik-perniknya.

Agaknya yang teramat penting adalah bagaimana diri ini menelisik pemahaman dengan nalar dan batin. Perlu mencurigai dan mempertanyakan apakah kelahiran Nabi telah ada bias pada diri ini. Mempertanyakan hal-hal seperti ini ternyata tidaklah mudah,perlu menekan tombol “pause”, agar lebih berenergi dan benar-benar terstimulus.

Memang tak ada perintah khusus agar umat memperingati kelahirannya. Tetapi saya memahami kelahiran Nabi adalah momen penting bagi saya untuk menangkap maksud dan esensi dari dilahirkannya yang tentu sangat manfaat untuk menjalanai roda kehidupan.

Dan bagi siapapun bagaimana tidak terjebak hanya kepada media dan wadah tradisi peringatannya. Sekedar hadir di acara media peringatan sebagai rutinitas dan agar tetap berstempel telah berstandar orang yang telah memeluk Islam serta lupa akan esensi, adalah menjauhkan dari substansi Maulid Nabi.

Saya tidak perlu menulis secara kronologis akan sirah (perjalanan) nya.Saya hanya perlu mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW telah rela dan bersedia mencurahkan seluruh hidupnya di tengah orang lain yang penuh muatan dan menonjolkan harga diri,ego, logika dan emosi untuk menolak keberadaan Tuhan yang sesungguhnya berikut ajaran-ajaran-Nya.

Ia dengan sabar telah menuntun manusia, agar menjadi manusia yang mengabdi kepada-Nya dan mewujudkan tatanan kehidupan di muka bumi yang penuh dengan ketertiban .Nabi Muhammad SAW itu uswatun hasanah (teladan yang baik),baik sebagai pemimpin maupun rakyat,sebagai pedagang maupun ulamak,dan di saat memerankan diri di bagian manapun kehidupan. Sebelum diangkat menjadi Nabipun , beliau telah dijuluki al-amin (orang yang dapat dipercaya).

Kalau saya telah mencurigai dan mempertanyakan apakah momen kelahiran Nabi telah ada bias pada diri sendiri dan kemudian bertekad untuk merefleksikannya dalam keseharian, memang hal itu tidaklah semudah apa yang dibayangkan. Dalam kehidupan nyata seringkali jalannya berliku dan menggores ego.

Biar saja ini menjadi refleksi di tengah atmosfir kemeriahan peringatan Maulid Nabi. Wallahu a’lam.

© 2019 Pengadilan Tinggi Agama Pontianak

  w3c html 5 iconfinder 2018 social media popular app logo facebook 3225194  iconfinder 2018 social media popular app logo twitter 3225183  iconfinder 2018 social media popular app logo instagram 32251911  iconfinder 2018 social media popular app logo youtube 32251802