logo

Selamat Atas Dilantiknya

Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dan Ketua Pengadilan Agama
Selamat Atas Dilantiknya

8 Nilai Utama Mahkamah Agung RI

Delapan Nilai Utama yang Harus di Internalisasi dan di Implementasikan Sehingga Menjadi Ruh Setiap Insan Peradilan
8 Nilai Utama Mahkamah Agung RI

ZONA INTEGRITAS

Pengadilan Tinggi Agama Pontianak konsisten membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Wilayah Birokrasi Bersih & Melayani (WBBM)
ZONA INTEGRITAS

Aplikasi SIPP

Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.
Aplikasi SIPP

SIWAS

Aplikasi yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, untuk melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan dibawahnya.
SIWAS

e-Court Mahkamah Agung RI

e-Court Mahkamah Agung RI adalah layanan bagi Pengguna Terdaftar untuk Berpekara secara Elektronik yang dilakukan dengan saluran elektronik : e-Filling (Pendaftaran Perkara Online), e-Payment (Pembayaran Panjar Biaya Perkara Online), dan e-Summons (Pemanggilan Pihak secara Online)
e-Court Mahkamah Agung RI
Selamat datang di website resmi Pengadilan Tinggi Agama Pontianak || Pendaftaran CPNS MA Tahun 2021 dimulai tanggal 30 Juni s/d 21 Juli 2021

Antara Covid 19, Al Qur’an dan Madu | Oleh Dr. Drs. H. Dalih Effendy, SH. MESy.

Written by Super User.

Written by Super User.

Antara Covid 19, Al Qur’an dan Madu

Oleh Dr. Drs. H. Dalih Effendy, SH. MESy.

Awal Februari 2021 saat tugas di Kalimantan Barat, saya terpapar virus corona (covid 19), gejalanya cukup serius, demam, batuk filek, hilang penciuman, kadang sesak nafas. Meski sudah dua pekan isolasi mandiri sambil konsumsi obat dan vitamin dari dokter, virusnya masih bersarang di tubuh saya. Hari kelima belas saya swab antigen, hasilnya negatif, akhirnya bisa pulang ke Tangerang untuk pemulihan. Karena hasil swab pcr di salah satu klinik di Tangerang, masih positif, akhirnya isolasi mandiri berlanjut hingga 14 hari ke depan dan bekerja secara work from home. Setelah satu bulan isolasi mandiri sambil usaha lahir dan batin untuk sembuh, akhirnya swab pcr keempat kali hasilnya baru negatif, dan bisa terbang kembali ke Pontianak. Meski banyak obat, baik medis maupun herbal, juga vitamin dan olahraga, justru yang paling saya rasakan kesembuhan saya dari covid 19 adalah berobat secara spiritual, Allah menggerakkan hati saya untuk menggunakan obatnya yaitu Alqur’an dan madu.

Allah swt berfirman dalam Surat Al Isra ayat 82. “ Dan Kami turunkan Al Qur’an sebagai obat dan rahmat bagi orang beriman”. Selain itu, Al Qur’an Surat An Nahl (lebah) ayat 68-69 Allah SWT menyatakan: ''Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:''Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia''... Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya, pada yang demikian terdapat tanda-tanda kebesaran Tuhan bagi mereka yang memikirkan.”   Juga hadits Nabi, Riwayat Imam Bukhari, Rasulullah bersabda, “Biasakan olehmu menggunakan dua macam obat yaitu, Al Qur’an dan madu”. Kita mesti punya keyakinan bahwa penyakit itu datangnya dari Allah swt, dan Dia pula yang menyembuhkannya. Berdasarkan dalil dalil tersebut di atas bahwa semua penyakit dapat disembuhkan dengan al Qur’an dan madu. Lalu bagaimana cara mengobati penyakit covid 19 dengan Al Qur an dan madu dimaksud.

Dalam sebuah Riwayat Imam Muslim, Sahabat Nabi ada yang mengobati seseorang di suatu perkampungan dengan cara menyembur dengan air (merukyah) sambil dibacakan Surat Alfatihah. Karena ada keyakinannya bahwa Surat Alfatihah itu obat dari segala macam penyakit, maka orang tersebut sembuh dari sakitnya dan ia memberi hadiah kambing kepada sahabat tersebut. Pengobatan dengan Surat Alfatihah itu diceritakan dihadapan Rasulullah dan Nabi pun membenarkannya. Dalam Riwayat Imam Bukhari, pernah seorang sahabat nabi yang mengadukan tentang isterinya yang sakit perut, Nabi anjurkan untuk diberikan madu, setelah 3 kali diobati dengan madu selama 3 hari, isteri sahabat tersebut sembuh dari sakitnya.

Madu merupakan cairan mujarab, yang dihasilkan lebah dari saripati beragam tanaman. Dan madu telah mendapatkan tempat yang istimewa dalam sejarah pengobatan tradisional. Orang-orang Mesir, Assyria, Cina, Yunani dan Romawi kuno memanfaatkan madu untuk menyembuhkan luka dan beragam penyakit. Para ilmuwan, akhir-akhir ini juga tergerak hatinya melakukan penelitian secara mendalam akan khasiat madu secara ilmiah. Mereka membuktikan bahwa ternyata madu mamang memiliki efek yang menguntungkan pada kondisi medis tertentu. Mereka menyimpulkan bahwa madu mengandung zat anti bacterial dan jamur serta antibiotic. madu dapat digunakan sebagai penyembuh luka dan anti-inflammatory (luka bakar). Madu sebagai obat batuk, terkait dengan kemampuannya untuk mencairkan dahak dan melegakan tenggorokan. Dan madu sebagai sumber nutrisi dan banyak mengandung energi. Karena mengandung karbohidrat, protein, lipid, enzim dan vitamin. Satu sendok madu mengandung 60 kalori, serta mengandung 11 gram karbohidrat, 1 mg kalsium, 0,2 mg zat besi, 0,1 mg vitamin B dan 1 mg vitamin C. Madu kini telah tersedia secara luas di kalangan masyarakat, apalagi di Kalimantan Barat ada madu hutan asli dari Putusibau, yang sering direkomendasikan oleh Achmad Syauqi, SHI., Ketua Pengadilan Agama Putusibau,

Selama pengobatan dari sakit covid 19, secara rutin saya mewiridkan membaca Surat Al Fatihah sebanyak 21 kali antara shalat malam sebelum shalat subuh dengan niatan agar Surat Al Fatihah yang saya gunakan untuk merukyah penyakit saya bisa lebih manjur. Setiap pagi setelah zikir dan doa ba’da subuh saya minum air setengah panas dua gelas besar yang saya bacakan Surat Al Fatihah 3 kali dan berdoa minta untuk sembuh di saat mengucapkan “Iyyaka na’budu wa iyyaka nastain”. Sambil tersenyum dalam hati di hadapan Allah (tanda ikhlas menerima ini semua), dalam keadaan berkeringat karena minum air hangat atau setengah panas tadi, saya minum madu tiga sendok teh dicampur parutan bawang putih dan Quts al Hindi yang saya beli lewat toko herbal on line, madu yang telah dicampur dengan herbal tadi pun saya bacakan Surat Al Fatihah sama seperti waktu minum air hangat tadi. Metode pengobatan dengan al Qur’an juga saya lakukan dengan membaca Al Qur’an dengan suara, satu hari minimal 1 juz. Ini yang membuat hati kita tentram, damai dan tenang, karena proses hormone kebahagiaan (endorveen) yang terus terproduksi. Puncaknya pengobatan (rukyah) dengan al Qur’an dan Madu ini adalah tawakkal dan sabar, tidak perlu minta cepat cepat sembuh, serahkan saja kepada Allah kapan diangkatnya penyakit kita oleh Allah, swt., pasrahkan saja kepada Nya.

Kisah ini, bisa dijadikan sebagai inspirasi dalam memelihara umur panjang dalam keadaan sehat dan taat dengan metode memelihara kesehatan dengan Al Qur’an dan Madu, jangan menunggu kita terkena covid 19 baru mempraktekannya. Ketika umur kita sudah diatas empat puluhan tahun sudah perlu kita jadikan habit (kebiasaan) meminum air hangat dipagi hari dan madu sambil dirukyah dengan bacaan surat Al fatihah. (D.Ef)

© 2019 Pengadilan Tinggi Agama Pontianak

  w3c html 5 iconfinder 2018 social media popular app logo facebook 3225194  iconfinder 2018 social media popular app logo twitter 3225183  iconfinder 2018 social media popular app logo instagram 32251911  iconfinder 2018 social media popular app logo youtube 32251802