• Implementasi UU KIP, PTA Pontianak Dianugerahi Yang Terbaik Oleh Komisi Informasi Publik Provinsi Kalimantan Barat

    Implementasi UU KIP, PTA Pontianak Dianugerahi Yang Terbaik Oleh Komisi Informasi Publik Provinsi...

  • Implementasi UU KIP, PTA Pontianak Dianugerahi Yang Terbaik Oleh Komisi Informasi Publik Provinsi Kalimantan Barat

    Implementasi UU KIP, PTA Pontianak Dianugerahi Yang Terbaik Oleh Komisi Informasi Publik Provinsi...

  • BPK RI Lakukan Pemeriksaan Hasil Revaluasi BMN di PTA Pontianak

    BPK RI Lakukan Pemeriksaan Hasil Revaluasi BMN di PTA Pontianak

  • BPK RI Lakukan Pemeriksaan Hasil Revaluasi BMN di PTA Pontianak

    BPK RI Lakukan Pemeriksaan Hasil Revaluasi BMN di PTA Pontianak

  • Tujuh Hakim Dari Lingkungan PTA Pontianak Ikuti Penyetaraan Sertifikasi Ekonomi Syariah

    Tujuh Hakim Dari Lingkungan PTA Pontianak Ikuti Penyetaraan Sertifikasi Ekonomi Syariah

Fokus Peradilan

 

Error
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED

Pontianak | www.pta-pontianak.go.id

Subbag. Kepegawaian dan Teknologi Informasi Pengadilan Tinggi Agama Pontianak pada Selasa (04/09/2018) pagi melakukan sosialisasi kepada seluruh pegawai Pengadilan Tinggi Agama Pontianak tentang aturan terbaru terkait disiplin kerja pegawai.

Sesuai dengan informasi dari Bawas MA RI yang diterima oleh Kabag. Perencanaan dan Kepegawaian Pengadilan Tinggi Agama Pontianak, bahwa setiap pegawai wajib untuk melakukan absensi finger dan absensi manual setiap masuk dan pulang kerja. Nah, bagaimana dengan pegawai yang lupa untuk absen masuk atau pulang, padahal senyatanya pegawai tersebut sudah masuk dan berada di kantor. Hal ini yang mengemuka di dalam rapat.

Menurut Haida Rosida Harrisanty, S.Ag selama ini jika ada pegawai yang lupa untuk absen baik finger dan manual, maka pegawai tersebut akan dikonfirmasi terlebih dahulu dan dilakukan monitoring melalui rekaman CCTV lalu menandatangani surat pernyataan. Namun mulai bulan September ini dan sejak disosialisasikan, apabila ada pegawai yang lupa untuk absen maka pegawai yang bersangkutan akan mendapatkan pemotongan tunjangan kinerja sebesar 1 % karena pada aplikasi Komdanas, pegawai tersebut dianggap tidak absen atau lalai terhadap kewajiban untuk mengisi absen.

Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, maka diambil sebuah langkah bahwa setiap akan masuk waktu kerja dan akan masuk waktu pulang, petugas absensi terlebih dahulu menginformasikan kepada seluruh pegawai agar untuk tidak lupa melakukan absen melalui pengeras suara yang ada. Seperti pengumuman informasi yang ada di bandara, kata Ketua.

Selain itu, Haida Rosida Harrisanty, S.Ag kembali mengingatkan kepada pegawai yang datang terlambat maupun pulang cepat untuk tetap melakukan pengisian absensi finger dan manual. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam perekapan data absensi setiap bulannya. (Roni)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2017

PENGADILAN TINGGI AGAMA PONTIANAK

RENCANA STRATEGIS TAHUN 2015-2019 REV. 5

PENGADILAN TINGGI AGAMA PONTIANAK

















Pengunjung Saat Ini

We have 49 guests and no members online

Statistik Pengunjung

000001
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
0
0
0
0
0
1

Your IP: 54.144.82.216
Server Time: 2018-11-18 05:08:28