logo

DIRGAHAYU MAHKAMAH AGUNG RI

Bangkit Bersama Tegakkan Keadilan
DIRGAHAYU MAHKAMAH AGUNG RI

DIRGAHAYU RI

17 AGUSTUS 2022
DIRGAHAYU RI

Komitmen Membangun Zona Integritas

Komitmen Membangun Zona Integritas

8 Nilai Utama Mahkamah Agung RI

Delapan Nilai Utama yang Harus di Internalisasi dan di Implementasikan Sehingga Menjadi Ruh Setiap Insan Peradilan
8 Nilai Utama Mahkamah Agung RI

ZONA INTEGRITAS

Pengadilan Tinggi Agama Pontianak konsisten membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Wilayah Birokrasi Bersih & Melayani (WBBM)
ZONA INTEGRITAS

Aplikasi SIPP

Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.
Aplikasi SIPP

SIWAS

Aplikasi yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, untuk melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan dibawahnya.
SIWAS

e-Court Mahkamah Agung RI

e-Court Mahkamah Agung RI adalah layanan bagi Pengguna Terdaftar untuk Berpekara secara Elektronik yang dilakukan dengan saluran elektronik : e-Filling (Pendaftaran Perkara Online), e-Payment (Pembayaran Panjar Biaya Perkara Online), dan e-Summons (Pemanggilan Pihak secara Online)
e-Court Mahkamah Agung RI

Anti Gratifikasi

Pengadilan Tinggi Agama Pontianak berkominten penuh untuk menolak segala macam bentuk Gratifikasi...
Anti Gratifikasi

Fasilitas bagi Kelompok Rentan pada PTA Pontianak

Kelompok Rentan mempunyai hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan publik.
Fasilitas bagi Kelompok Rentan pada PTA Pontianak
Selamat datang di website resmi Pengadilan Tinggi Agama Pontianak | Zona Integritas

Pesan Moral Dalam Ibadah Qurban | Oleh: Dr. H. Yusuf Buchori, S.H., M.S.I.

Written by Super User.

Written by Super User.

khutbah Idul Adha 1443 H

PESAN MORAL DALAM IBADAH QURBAN

Oleh: Yusuf Buchori

الله اكبر الله اكبر الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا لا إله إلا الله الله اكبر  الله اكير ولله الحمد.

الحمد لله الذى جعل هذا اليوم عيدا للمؤمنين وأضحية لمن كان له سعة وحجا مبرورا لمن كان له إستطاعة, أشهد أن لا إله
إلا الله وحده لا شريك له لا نتخذ من دونه وليا و وكيلا  وأشهد أن محمدا عبده ورسوله رضينا به نبيا ورسولا.  وصلاة الله وسلامه على محمد خاتم لأنبياء وخير المخلوقات وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسن سبيلا.   أما بعد فيا عباد الله أوصيكم ونفسي بتقو الله
فقد فاز المتقون  ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم لاإله إلا هو العزيز الحكيم,
الله أكبر ولله الحمد.

Alloh maha besar, Allah maha agung, tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah, Allah maha sempurna dan segala puji bagi Allah rabbul alamin. Meskipun dalam suasana pandemic covet 19, namun Gema takbir, tahmid dan tasbih sejak kemarin sore tanggal 9 Dzul Hijjah 1442 H telah bergemuruh menghiasi seluruh pelosok bumi Allah ini, kesemuanya itu diucapkan oleh berjuta-juta umat Islam sebagai ungkapan pengabdian dan rasa syukur kepada Allah Dzat yang maha agung, atas segala keberkahan dan anugerahNya, terutama tegaknya agama Allah, diinul Islam, agama tauhid, agama yang benar dan diridloiNya yang telah diperjuangkan oleh N. Ibrahim as dan putranya N. Ismail as. Yang kemudian disempurnakan oleh junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw.

 Kaum muslimin jamaah Id rahimakumullah

Dalam kesempatan yang mulia ini, sekali lagi kami mengajak kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat untuk senantiasa menghaturkan rasa syukur kehadirat Allah swt, atas segala karuniaNya yang telah kita terima, karena orang yang tidak mau bersyukur berarti merendahkan kedudukan dirinya sendiri

لا تد هشك واردات النعم عن القيام بحقوق شكرك فان ذ لك مما يحط من وجود قدرك

“janganlah kedatangan nikmat justru membuatmu enggan untuk bersyukur, karena jika demikian berarti kau merendahkan kedudukanmu sendiri”

Sholawat dan salam semoga tetap terlimpah kepada Nabi besar Muhammad saw, kepada keluarganya, para sahabatnya dan juga kepada kita seluruh ummatnya sampai hari kiamat. Amin ya rabbal alamin.

Selaku khatib, saya mengajak kepada para jamaah sekalian dan juga kepada diri saya sendiri, untuk terus menerus menjadikan diri kita sebagai hamba Allah yang taqwa kepadaNya, taat terhadap segala firmanNya dan mengikuti Sunnah-sunnah RasulNya dengan tulus ikhlas. Pengabdian, ketaatan dan ketundukan kepada Allah dan RasulNya menjadi jalan terbukanya pintu rahmat dan keridloan Allah swt  serta ketentraman jiwa.

كفى العاملين جزاء ماهو فاتحه على قلوبهم فى طاعته وما هو مورده عليهم من وجود مؤاسسته

“Cukuplah sebagai balasan Allah bagi orang-orang yang beramal sholeh, apa yang dibukakan oleh Allah dihati mereka dalam mentaatiNya, dan apa yang diulurkan olehNya berupa kepuasan dan kedamaian dalam jiwanya”

Allahu akbar 2x walillaahil hamd.

Hadlirin Jamaah sholat ‘Id yang mulia.

Hari ini kita umat Islam merayakan Idul Adlha 1442 H, yaitu memulyakan bulan Dzul Hijjah, salah satu bulan yang dalam al-Qur’an surat at-Taubah ayat 36 disebut sebagai bulan “harom” atau bulan yang mulia. Meskipun pemerintah Arab Saudi membatasi ibadah haji, namun ada sekitar 60.000 jamaah yang menunaikan rukun Islam yang kelima yaitu Ibadah Haji. Ibadah haji adalah lambang “tauhidul ummah” kesatuan ummat Islam dan “tauhidul ibadah” kesatuan dalam tata cara beribadah kepada Allah swt.

Hal ini dapat kita lihat, dimana jamaah haji dengan berbagai identitas kebangsaan masing-masing, namun setelah tiba di Makkah al Mukarromah dan Madinah al-Munawwarah, mereka melakukan ibadah dengan cara yang sama dengan membaca bacaan yang sama pula. Bahkan tatkala saudara-saudara kita “wukuf di Arofah” yaitu berhenti sejenak untuk memanjatkan sujud dan do’a kepada Allah swt, kita pun yang berada diluar Makkah dan Madinah, pada hari yang sama juga yaitu tanggal 9 Dzul hijjah melakukan “wukuf” juga, dalam arti berhenti dari makan dan minum dan berhubungan suami isteri, yaitu melakukan ibadah “puasa arofah”.

Pada saat saudara-saudara kita menggemakan takbir dan tahmid di bukit-bukit Mina, Shofa dan Marwa, pada hari-hari Tasyriq, kitapun juga turut melafadzkan takbir dan tahmid pada hari-hari tasyriq tersebut. Dari kesatuan ibadah ini sangat diharapkan benar-benar terwujud kesatuan umat Islam seluruh dunia yang tidak mudah terpecah belahkan oleh musuh-musuh Islam.

Pada bulan Dzul Hijjah ini, selain disyariatkan ibadah haji, juga Allah swt mensyariatkan ibadah pemotongan hewan ternak, yang kita kenal dengan ibadah qurban, yang sebentar lagi setelah selesai sholat ‘Id nanti, Insya Allah kita semua akan menyaksikan penyembelihan hewan ternak sebagai wujud tasyakur kita atas kemenangan perjuangan N. Ibrahim as dan N. Ismail as dalam menghadapi godaan dan rayuan iblis laknatullah.

Ibadah qurban  itu merupakan sarana untuk merenungkan kembali peristiwa pengorbanan N. Ibrahim as. Atas dasar keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah swt yang tak tergoyahkan, N. Ibrahim as tabah dan sabar menerima cobaan Allah swt yang berupa perintah untuk menyembelih satu-satunya putra beliau yang sangat dicintai yaitu Ismail, yang setelah dewasa beliau juga diangkat sebagai nabiyullah.

Peristiwa yang sangat dramatis namun mulia itu, telah diabadikan dalam al-Qur’an surat al-Shoffat ayat 105 s/d 108 sebagai berikut :

قد صدقت الرؤيا انا كذالك نجز المحسنين   ان هذا لهو البلاء المبين       

وفدينه بذ بح عظيم   وتركنا عليه فى الاخرين  

Artinya : Cukuplah demikian, kamu telah melaksanakan mimpi itu. Demikianlah Kami memberi ganjaran bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. Sesungguhnya itu suatu ujian yang nyata beratnya. Dan Kami tebus Ismail dengan seekor sembelihan yang besar. Dan Kami tinggalkan nama baik Ibrahim kepada generasi yang akan datang.

 Apabila kita perhatikan dengan seksama ibadah qurban dan dihubungkan dengan tantangan obyektif yang kita hadapi sekarang ini, maka sekurang-kurangnya ada 3 (tiga) pesan moral yang terkandung dalam ibadah qurban, yaitu :

Pesan moral pertama adalah, kesadaran historis yang dilandasi keimanan dan akhlaqul karimah.

 Bahwa kita umat manusia sebagai satuan masyarakat dan bangsa, hidup dalam ruang dan waktu yang senantiasa berubah. Suatu perjalanan sejarah yang tidak pernah berhenti. Kenyataan ini diisyaratkan dalam al-Qur’an S.Ali Imron 140;

وتلك الايام نداولها بين الناس وليعلم الله الذين امنوا ويتخذ منكم شهداء

والله لا يحب الظالمين

 
Artinya ; Dan hari-hari itu Kami (Allah) buat beredar diantara umat manusia supaya Allah mengetahui orang-orang yang benar-benar beriman diantara kalian. Dan Dia menempatkan mereka sebagai saksi-saksi dari kalian. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat dzalim.

Dalam proses perjalanan hidup ini, umat manusia diingatkan akan banyaknya tantangan yang harus dihadapi, baik dari dalam diri nya sendiri maupun dari luar dirinya. Bersamaan itu manusia diingatkan pula untuk memiliki tingkat konsistensi yang tinggi (istiqamah) terhadap tujuan dan nilai-nilai yang bersumber dari keimanan kepada Allah dengan segala pengorbanan dan perjuangan, sebagaimana disimbulkan oleh pengalaman N. Ibrahim as dalam berjuang mengendalikan perasaan-perasaannya sendiri dan dalam menghadapi godaan iblis dalam segala bentuknya. Tatkala N. Ibrahim telah menuju tempat penyembelihan putranya N. Ismail, maka iblis dan pasukannya membujuk rayu kepada N. Ibrahim as untuk membatalkan niatnya itu, namun dengan tegas beliau mengusir iblis dan berkata:

اليك عنى يا عدؤ الله لا مضين لامر ربى فلم يصب الملعؤن منهم شيئا

“Pergilah dariku wahai musuh Allah, sungguh aku tetap akan melaksanakan perintah Tuhanku dan aku tak akan terpengaruh sedikitpun dari bujuk rayuan Iblis yang terkutuk”

Untuk mengendalikan perasaan sebagai tantangan dari dalam, dan godaan iblis sebagai tantangan dari luar, maka sudah seharusnya kita memiliki kadar etik atau kwalitas akhlaq sehingga dapat menjadi dasar untuk menilai sesuatu itu baik atau buruk. Pada tingkat kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, maka akhlak sosial dan akhlak nasional mutlak diperlukan dalam rangka menjalani proses sejarah menuju masa depan yang kita harapkan bersama, yakni masyarakat yang adil dan makmur yang diridloi Allah swt.

Adanya sekilas gejala kekerasan dan kecenderungan radikalisme yang muncul akhir-akhir ini dikalangan sebagian masyarakat kita, mungkin sekali ada kaitannya dengan gejala melemahnya akhlak sosial dan akhlak nasional.

Rebahnya hewan qurban dan mengalirnya darah sembelihan ternak qurban yang dilandasi ketaatan dan kepasrahan semata-mata kepada Allah swt, bukanlah suatu kekejaman apalagi balas dendam terhadap makhluq Allah, tetapi hal itu sebagai lambang pengorbanan mengikis habis nafsul hayawaniyah/nafsu hewaniy, nafsu yang tidak pernah merasa puas, nafsu yang hanya kenal dengan  kelompoknya saja tanpa mengenal lingkungan lainnya. Daging daging hewan ternak yang dibagi-bagikan kepada saudara-saudaranya, akan semakin mengokohkan jiwa bermasyarakat dan jiwa kebangsaan.

Oleh karena itu adalah pada tempatnya dalam rangka meningkatkan keimanan kepada Allah swt, patut kita merenungkan kembali kadar akhlak sosial dan akhlak nasional melalui makna simbolis ibadah qurban ini serta memikirkan dasar-dasar pembinaan yang harus kita lakukan bersama.

 Pesan moral kedua, adalah bahwa umat manusia diciptakan oleh Allah swt sebagai makhluk yang secara alami memiliki kesadaran kemanusiaan dan berwatak social.

 Allah swt mengingatkan bahwa kita makhluk yang harus mempunyai tanggung jawab social dan harus menyadari bahwa nikmat-nikmat yang diberikan Allah kepada kita berdimensi social. Fa amma binikmati robbika fa haddits, maka sebar luaskan/bagi bagikan nikmat Tuhanmu kepada sesamamu, demikian firman Allah swt dalam surat adl-Dluha ayat 11.

Kwalitas keimanan seseorang tidak cukup hanya dinilai dengan berapa kali pergi ke masjid, berapa kali pergi haji, berapa kali melakukan qurban, dan sebagainya, tetapi disamping itu juga dinilai dari sejauh mana kepedulian seseorang terhadap nasib masyarakat yang ada disekitarnya.

Syekh Muhammad Abduh dalam kitab tafsirnya “al-Qur’anul Kariim” (Juz ‘Amma), ketika menafsirkan surat al-Maaun, beliau menyatakan ciri khas seorang yang beragama secara benar adalah mempunyai rasa keadilan, kasih sayang dan suka melakukan kebajikan kepada sesama manusia, sedangkan orang yang beragama secara salah adalah melecehkan hak-hak kaum dlu’afa/fakir miskin, ketidak pedulian terhadap penderitaan orang lain, kecintaan yang berlebihan terhadap harta benda, angkuh dengan kekuatan dan kekuasaannya, serta enggan memberikan kebaikan kepada orang lain.

Sehubungan dengan itu, Rasulullah saw dalam salah satu haditsnya, riwayat Imam Buchori dan Muslim, menyatakan :

لايؤمن احد كم حتى يحب لاخيه مايحب لنفسه

 Artinya : Tidaklah benar-benar beriman siapapun diantara kalian sehingga ia mencintai kepada saudaranya seperti halnya ia mencintai dirinya sendiri.

 
Kepedulian terhadap nasib masyarakat disekitarnya dan kesediaan   menyisihkan sebagian dari nikmat Allah untuk kepentingan peningkatan kwalitas masyarakat, baik bidang pendidikan, social dan ekonomi, sesungguhnya adalah bagian dari ibadah yang tidak kalah pentingnya dari ibadah-ibadah lain.

Menyisihkan sebagian nikmat Allah untuk kepentingan social, memang tidak selalu mudah dilaksanakan, karena syaitan selalu menakut-nakuti dengan kemiskinan. Hal ini dinyatakan dalam surat al-Baqoroh ayat 268 sebagai berikut :

الشيطان يعدكم الفقر ويامركم بالفخشاء والله يعظكم مغفرة منه وفضلا

والله واسع عليم

Artinya : Syaitan senantiasa menakut-nakuti kemiskinan kepadamu (jika kamu berinfaq/shodaqoh) dan syaitan menyuruh kamu kepada perbuatan dosa/kikir, sedangkan Allah menjanjikan (kepada orang yang suka berinfaq/shadaqoh) dengan ampunan dan karunia yang banyak. Dan Allah itu maha luas rizkiNya dan maha mengetahui segala sesuatu.

 Kesadaran kemanusiaan dan kepedulian social itu akan tumbuh dan berkembang seiring dengan semakin dekatnya seseorang kepada Allah swt, semakin orang itu dekat kepada Allah, maka semakin besar rasa social dan tanggung jawabnya kepada masyarakat sekitarnya.

وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan mereka mengutamakan orang lain atas dirinya sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan/kemiskinan. Dan siapa yang terpelihara dari sifat kekikiran dirinya, mereka itulah orang-oranng yang beruntung. (Al-Hasyr: 9).

Pesan moral ketiga adalah adanya kesadaran ke Tuhanan yang konsisten 

Keharmonisan hubungan seseorang dengan Allah sangat menentukan keharmonisan hubungan dirinya dengan lingkungan secara menyeluruh, baik lingkungan alam maupun lingkungan manusia, sebab hubungan yang terus menerus kepada Allah akan memberikan daya kreatif sekaligus daya korektif pada diri sendiri.

Itulah sebabnya Rasulullah saw mengingatkan agar dalam setiap aktifitas atau kegiatan, hendaknya kita menghadirkan Allah dalam kesadaran kita.

Rasulullah saw bersabda :

كل امر ذى بال لايبدء فيه بسم الله الرحمن الرحيم فهو ابتر او اقطع

 Artinya : Setiap kegiatan yang baik tanpa diiringi dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang, maka kegiatan atau perbuatan itu terputus dari berkah Allah.

Menyebut nama Allah sudah barang tentu mengandung makna disatu sisi seseorang harus menjunjung norma-norma yang telah digariskan atau ditetapkan dan melaksanakan tugas pekerjaan sesuai profesi dan kedudukan yang dipercayakan kepadanya, dan disisi lain percaya bahwa Allah senantiasa membimbing dan melindungi setiap pekerjaannya, sehingga ia tetap tegar, dinamis dan tidak mudah putus asa, sebab Allah terus menerus menyertainya.

Allah swt berfirman dalam surat al- An’am 48;


فمن امن و اصلح فلا خوف عليهم ولا هم يحزنون 
Artinya : Maka siapa yang beriman kepada Allah dan berbuat kebaikan (menjaga norma-norma hukum dan amanah), maka mereka tidak akan merasa takut dan sedih hati.

Dalam membangun masa depan baik diri sendiri, masyarakat maupun bangsa, diperlukan kwalitas sumber daya insani yang tinggi dan utuh, memiliki kadar iman yang kuat, yang mampu menghadirkan Allah swt dalam setiap kegiatan hidupnya.

Sumber daya manusia yang hanya ditempa dengan ketrampilan sektoral tanpa dibekali kwalitas keimanan, hanya akan melahirkan manusia yang angkuh dan sombong, arogansi kekuasaan dan egoisme, mengabaikan kepentingan orang lain atau kepentingan masyarakat dan bangsa.

Demikian antara lain pesan-pesan moral yang terkandung dalam ibadah qurban, semoga kita mendapat pelajaran dari padanya dan selanjutnya bangkit menyongsong masa depan yang lebih baik, dalam suasana damai, penuh persaudaraan serta cucuran berkah dan rahmat Allah swt. Amin ya robbal alamin.

 Akhirnya marilah kita tutup khutbah Idul Adha pagi ini dengan berdoa kepada Allah swt:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.

اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.

Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang zhalim dan kafir.

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَااَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan rasa taat kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan pemimpin atas kami dari orang-orang yang tidak punya rasa kasih saying kepada kami.

اَللَّهُمَّ ّانا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمِ لاَ يَنْفَعُ  وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَسْبَعُ وَمِنْ دُعَاءِ لاَيُسْمَعُ

Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tak khusyu dan jiwa yang tak pernah merasa puas serta dari doa yang tak didengar (Ahmad, Muslim, Nasa’i).

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُمْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَّشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرًا

Ya Allah, jadikanlah mereka (para jamaah haji) haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni, perdagangan yang tidak akan mengalami kerugian

 رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

© 2019 Pengadilan Tinggi Agama Pontianak

  w3c html 5 iconfinder 2018 social media popular app logo facebook 3225194  iconfinder 2018 social media popular app logo twitter 3225183  iconfinder 2018 social media popular app logo instagram 32251911  iconfinder 2018 social media popular app logo youtube 32251802