Be-“RESIK”, Wujud Nyata Internalisasi Budaya Kerja 5R pada Pengadilan Agama Bengkayang

Bengkayang,Kalbar | www.pa-bengkayang.go.id

(Jum’at, 27/01/2023). Pada hari Jumat pagi tanggal 28 Januari 2023, ASN pada Pengadilan Agama Bengkayang yang tidak sedang melaksanakan Sidang Di Luar Gedung di Desa Karimunting, secara bersama-sama bergotong royong melaksanakan kegiatan kerja bakti. “Jum’at Bersih” -biasa kami mengistilahkannya-, pada kali ini difokuskan membersihkan area di luar Gedung Kantor Pengadilan Agama Bengkayang.

Terlihat sejumlah ASN PPNPN kompak membersihkan area Tempat Wudlu yang diperuntukkan tidak hanya untuk pihak berperkara tapi juga untuk Aparatur Pengadilan Agama Bengkayang. Deddy Prianto, Taufik Hidayat, Firman Wahyu Ilhami, dan Ade Yuliansyah tampak bahu membahu, maksimal membersihkan area Tempat Wudhu dan Tempat Penampungan Air. Bahkan terlihat Deddy Prianto sampai masuk ke dalam Pinguin, istilah masyarakat Kalimantan Barat menyebut Tempat Penampungan Air tersebut.

Jum’at Bersih yang dilakukan Aparatur Pengadilan Agama Bengkayang ini merupakan wujud penerapan implementasi Budaya Kerja 5 R IN (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin, Indah dan Nyaman). Jum’at Bersih kali ini difokuskan untuk mengoptimalkan Budaya Kerja “Resik”, suatu kebiasaan baik untuk membersihkan peralatan di lingkungan kerja sehingga peralatan tersebut tetap terjaga dalam keadaan baik.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa Direktur Jenderal Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui Surat Nomor 0618/DJA/PS.00/II/2019 mengharapkan adanya optimalisasi pelaksanaan 5R. Dirjen Badilag sungguh menaruh perhatian serius terkait internalisasi Budaya Kerja 5R dalam lingkungan kerja.

WhatsApp Image 2023 01 26 at 13.14.03

WhatsApp Image 2023 01 26 at 13.14.03 1

Mengutip Rasikh Adila, S.H.I. sebagaimana yang ia sampaikan pada laman resmi Pengadilan Agama Purwodadi (baca: http://www.pa-purwodadi.go.id/index.php/26-halaman-depan/artikel/271-implementasi-budaya-kerja-5r-ringkas-rapi-resik-rawat-rajin-dalam-persiapan-persidangan-di-pengadilan-agama-purwodadi-2), Ringkas merupakan kegiatan menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan sehingga segala barang yang ada di lokasi kerja hanya barang yang benar-benar dibutuhkan dalam aktivitas kerja. Rapi berarti menyimpan barang yang tepat atau dalam tata letak yang benar sehingga dapat dipergunakan dalam keadaan mendadak.

Adapun Resik merupakan kegiatan membersihkan peralatan dan daerah kerja sehingga segala peralatan kerja tetap terjaga dalam kondisi yang baik. Secara konkrit, langkah ini berupa membuang sampah, kotoran dan benda-benda asing serta membersihkan segala sesuatu. Meskipun langkah ini sederhana, namun menjadi sangat penting, terutama ketika kotoran di lingkungan kerja justru pada akhirnya menjadi sumber kesalahan kerja.

Sementara Rawat, berarti pemantapan terus-menerus dan secara berulang-ulang memelihara tiga prinsip sebelumnya yaitu: ringkas/pemilahan, rapi/penataan, dan resik/pembersihannya. Dan Rajin berarti pelatihan dan kemampuan untuk pembiasaan melakukan apa yang ingin dilakukan meskipun itu sulit dilakukan.

Semoga kegiatan be-Resik kali dapat mewujudkan lingkungan yang bersih dan rapi sehingga menciptakan kenyamanan bagi masyarakat pencari keadilan yang berkunjung di Pengadilan Agama Bengkayang. (TimRed-PA.Bky)

×
Skip to content