Dilakukan Monitoring By Online oleh PTA Pontianak, Kearsipan Perkara PA Bengkayang, Aman

monitoring kearsipan

Bengkayang, Kalbar | www.pa-bengkayang.go.id

(Kamis, 9/11/2023). Ketentuan Pasal 101 ayat (1) daan (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama menyebutkan:

  • Panitera bertanggung jawab atas pengurusan berkas perkara, penetapan atau putusan, dokumen, akta, buku daftar, biaya perkara, uang titipan pihak ketiga, surat-surat berharga, barang bukti, dan surat-surat lain yang disimpan di Kepaniteraan.
  • Semua daftar, catatan, risalah, berita acara, serta berkas perkara tidak boleh dibawa ke luar dari ruangan Kepaniteraan, kecuali atas izin Ketua Pengadilan berdasarkan ketentuan undang-undang.

Ketentuan di atas dipertegas oleh Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor KMA/004/II/1992 yang menyatakan bahwa: “Kepaniteraan Pengadilan Agama mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis di bidang administrasi perkara dan administrasi peradilan lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku”.

Mahkamah Agung RI sesungguhnya telah menyediakan aplikasi yang mampu mempermudah dalam menjaga kearsipan perkara yakni melalui aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP). Pengoptimalan penggunaan SIPP sejatinya dapat melahirkan pelayanan prima kepada masyarakat pencari keadilan, selain juga dapat membackup Administrasi Kepaniteraan yang sebelumnya dilaksanakan secara manual. Namun, terkadang penggunaan SIPP tersebut belum dioptimalkan dalam penanganan arsip secara keseluruhan.

Kearsipan perkara sebagai Administrasi pada Bidang Kepaniteraan yang merupakan bagian dari pelayanan publik, perlu kiranya dilakukan penyusunan dan penataan arsip berkas perkara yang baik semata kemudahan pencarian berkas dan demi terwujudnya pelayanan prima. Olehnya itu permasalahan semisal sulitnya mencari berkas lama, rusak dan hilangnya arsip, dan permasalahan-permasalahan lainnya yang semisal sebisa mungkin kemudian dapat diantisipasi atau bahkan dihilangkan.

Setidaknya latar belakang di ataslah yang kemudian mengilhami Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak melakukan Monitoring Kearsipan Perkara Tahun 2023 terhadap Pengadilan Agama Sewilayah Kalimantan Barat, tak terkecuali terhadap Pengadilan Agama (PA) Bengkayang.

Ya, pada siang hari ini sejak pukul 13.00 wib, melalui Anggota Tim Monitoringnya, PTA Pontianak melakukan Monitoring Kearsipan Perkara Tahun 2023 pada PA Bengkayang. Adalah Hakim Tinggi Drs. H. Baharuddin, S.H., M.H. dan Drs. H. Imaluddin, S.H., M.H. dengan dibantu oleh Panitera Pengganti Burhanuddin, S.H. dan Abd. Muttalib, S.H. yang diberi delegasi oleh Ketua PTA Pontianak untuk mengecek ketertiban Administrasi Kepaniteraan PA Bengkayang.

Anggota Tim Monitoring yang bertugas atas dasar Surat Ketua PTA Pontianak Nomor 2866/KPTA.W14-A/HK.2.6/XI/2023 Tanggal 6 November 2023 tersebut sekira satu jam lamanya mencocokan, menguji, menyesuaikan apa yang tersingkron, apa yang tertulis pada SIPP dengan yang senyatanya ada, atau secara kenyataannya di PA Bengkayang.

Dalam pengantarnya Drs. H. Baharuddin, S.H., M.H. yang didaulat sebagai Ketua Tim Monitoring menyampaikan bahwasannya Tim Monitoring kali ini akan memeriksa berkas dan/atau arsip perkara yang: (i) diterima tahun 2023 sampai bulan September 2023; (ii) perkara yang telah putus tahun 2023 sampai bulan September 2023; (iii) perkara yang telah putus tahun 2023 dan telah diminutasi sampai bulan September 2023; (iv) perkara tahun 2023 yang telah diminutasi dan telah dimasukan Box Arsip; (v) perkara tahun 2023 yang telah diputus dan diminutasi namun belum masuk Box Arsip; dan (vi) perkara tahun 2023 yang telah putus dan diminutasi namun belum didigitalisasi.

Usai menyampaikan pengantarnya, para Anggota Tim Monitoring meminta kepada Panitera PA Bengkayang beserta ketiga Panitera Mudanya untuk mencari, menunjukkan, memperlhatkan, mengarahakan berkas-berkas dan/atau arsip-arsip yang secara pendataan SIPP atau Laporan Bulanan telah tersimpan, telah berkekuatan hukum tetap atau tidak aktif lagi, atau bahkan sampai Anggota Tim Monitorng meminta untuk menunjukkan berkas yang masih aktif atau berjalan.

Seraya memegang handphone karena memang tatkala memperlihatkan/menujukkan, membuktikan berkas dan/atau arsip perkara yang diminta, para Anggota Tim Monitoring mewajibkan mengaktifkan komunikasi video call via WhatApps masing-masing dari Panitera dan Panmud Hukum.

Dan meskipun tidak sempurna, karena keniscayaan sebagai manusia biasa, usai tahapan pembuktian kesesuaian Administrasi Kepaniteraan oleh Panitera dan ketiga Panitera Mudanya tersebut, kemudian Anggota Tim Monitoring PTA Pontianak menilai bahwa meski temuan PA Bengkayang tidak sebanyak sebagaiaman PA yang lain, akan tetapi tetap saja didapati temuan. Namun masih dalam tataran ‘aman’. Sebuah kesimpulan yang sungguh-sungguh membuat lega dan tenang terutama Akmal, S.Ag selaku Panitera PA Bengkayang.

Untuk diketahui, dalam Administrasi perkara Pengadilan Agama dikenal dua jenis berkas perkara yaitu:

  • Berkas perkara yang masih berjalan atau aktif, yaitu berkas perkara yang sudah selesai diputus atau diadili oleh Pengadilan, namun masih terdapat penyelesaian administrasi perkara yang belum selesai, misalnya masih dalam proses banding, kasasi, atau PK. Atau perkara yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap tetapi belum eksekusi. Dan berkas ini disimpan oleh Panitera Muda Gugatan atau Panitera Muda Permohonan.
  • Arsip berkas perkara, yaitu berkas perkara yang sudah selesai dengan tuntas dan disimpan oleh Panitera Muda Hukum.

(Timred-PA.Bky)

×
Skip to content