Jadi Khatib Sholat Idul Fitri 1445 H di Masjid Raya Mujahidin, Wakil Ketua PTA Pontianak Jelaskan Fitrah dan Tujuan Hidup Manusia Sesuai Dinul Islam

(10/04/2024) – Takbir berkumandang di Masjid Mujahidin sejak selasa malam hingga rabu pagi, menyambut hari kemenangan bagi umat muslim setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Sebuah kebanggaan tersendiri untuk Pengadilan Tinggi Agama Pontianak, yang diberikan kesempatan oleh Pengurus Masjid terbesar di Kalimantan Barat yang terletak di Kota Pontianak tersebut, untuk mengisi mimbar pada perayaan sholat Idul Fitri 1445 H.

Sebelum sholat Ied dimulai, Unit Pengumpul Zakat Yayasan Mujahidin mengucapkan terima kasih atas dedikasi PTA Pontianak yang termasuk dalam 5 besar pengumpul zakat versi Baznas pada periode ini, bersama Kanwil Kementerian Agama Kalbar, Bank Kalbar, PTPN dan RS Sudarso Pontianak.

Sutarmidji, S.H., M.Hum sebagai Ketua Pembina Pengurus Yayasan Masjid Mujahidin mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin kepada jamaah sholat Ied di Mujahidin. “Mohon maaf lahir dan batin jika ada pelayanan yang tidak nyaman dalam hal setahun ini selama beribadah di Masjid Mujahidin. Ke depan, semoga Yayasan Mujahidin bisa terus berbenah untuk masyarakat Kalbar,” Ujar Gubernur Kalbar periode 2018-2023 ini.

Tepat pukul 07.00 WIB, sholat Ied pun dimulai di halaman terbuka masjid Raya, dipimpin oleh imam tetap masjid Mujahidin, Ustadz Sumardi Al Hafidz.

Setelah sholat Ied, Wakil Ketua PTA Pontianak dipersilahkan untuk maju menyampaikan ceramah kepada seluruh kaum muslimin muslimat jamaah ied yang sejak pagi sudah memadati kawasan masjid yang berlokasi di Jalan Ayani ini.

Dalam kesempatan tersebut, Drs. H. M. Arsyad M., S.H., M.H. menyampaikan tentang puasa dan amaliah Ramadhan dalam menggapai fitrah dan tujuan hidup manusia. Dengan suara lantang, beliau tegaskan bahwa pasca Jihadul Akbar di bulan Ramadhan, kita tentu saja harus kembali ke jalan yang benar dan lurus sesuai dengan Dinul Islam.

Ada beberapa alasan mengapa Islam dan ajarannya dapat mengantar dan membawa manusia kembali ke fitrahnya.

  1. Islam mengajak dan mendidik manusia untuk meluruskan akidahnya dengan kalimat dan ajaran tauhid.
  2. Islam mengajak seluruh manusia untuk memelihara jiwa.
  3. Islam hadir agar manusia selalu memelihara dan mengembangkan akal pikiran.
  4. Ajaran Islam hadir untuk memelihara dan menghargai keturunan.
  5. Yang terakhir, ajaran Islam mengajak umat manusia untuk melindungi dan memelihara harta benda.

Di akhir kesempatan, Pak Arsyad, begitu biasa beliau disapa, mengajak seluruh umat yang hadir untuk menyebarkan salam perdamaian. “Mari kita semua saling memaafkan kesalahan, menghilangkan silang sengketa dan melupakan peristiwa-peristiwa yang menodai lembaran putih perjalanan hidup kita, dengan berupaya menyambung kembali tali silaturahmi yang mungkin telah putus atau setidak-tidaknya mengeratkan kembali ikatan itu,” Tutup beliau sembari mengakhiri momen tersebut dengan mengucap takbir dan bersalaman dengan jamaah yang hadir.

 (TimRed PTA PTK)

 

×
Skip to content