Artikel

Ramadhan Menumbuhkan Kepedulian. Oleh: Drs. Syamsurijal FS, M.S.I.

 

(Pontianak, 6 Maret 2026) – Pada kesempatan kali ini, tausiyah disampaikan oleh Drs. Syamsurijal FS, M.S.I. (Hakim Tinggi) dengan moderator Shanty Hermawati, S.T., M.M. (Kasubbag Keuangan dan Pelaporan). Dalam penyampaiannya, Syamsurijal mengingatkan bahwa Rasulullah merupakan sosok yang paling dermawan, dan tingkat kedermawanan beliau semakin meningkat ketika memasuki bulan Ramadhan.

Ia juga mengutip hadis Nabi yang menyebutkan bahwa siapa saja yang memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.

Lebih lanjut, Syamsurijal menyampaikan sebuah filosofi yang dikenal dalam budaya Jawa, bahwa rumah akan lebih aman jika “dipagar dengan mangkok daripada dengan tembok”. Makna dari ungkapan tersebut adalah pentingnya berbagi dengan tetangga dan sesama, karena kebaikan yang kita tebarkan akan menciptakan hubungan sosial yang harmonis dan saling menjaga.

Menurutnya, ibadah puasa tidak hanya melatih menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melahirkan rasa empati terhadap sesama, terutama kepada mereka yang kurang mampu. Dengan merasakan lapar dan haus, seseorang diharapkan semakin peka terhadap kondisi orang lain serta terdorong untuk lebih banyak berbagi.