Artikel

Evolusi Peradaban dari Neanderthal Hingga Adam. Oleh: Drs. Abdurrakhman Masykur, S.H., M.H. Ph.D.

(Pontianak, 4 Maret 2026 )– Memasuki hari-hari awal bulan suci Ramadhan 1447 H, Mushala Al-Hikmah Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak menggelar kegiatan tausiyah rutin ba’da Zuhur yang menarik perhatian jamaah. Berbeda dari biasanya, kajian kali ini menggabungkan pendekatan dalil naqli dengan fakta antropologi yang dipaparkan secara visual.

Dipandu oleh Jumadi, S.H.I. sebagai moderator, sesi tausiyah kali ini menghadirkan narasumber yang memiliki kedalaman akademik luar biasa, yakni Drs. Abdurrakhman Masykur, S.H., M.H., Ph.D. Beliau merupakan Hakim Tinggi PTA Pontianak yang juga merupakan lulusan doktoral (Ph.D.) dari Khartoum, Sudan.

Visualisasi Sejarah Peradaban Manusia

Dalam pemaparannya, Abdurrakhman memanfaatkan teknologi layar TV untuk menyajikan materi secara interaktif. Beliau mengajak para jamaah menyaksikan simulasi visual mengenai siklus perkembangan manusia, mulai dari masa Homo neanderthal hingga kemunculan Homo sapiens.

Melalui tayangan tersebut, jamaah diajak melihat kembali fragmen sejarah awal kehidupan manusia:

  • Cara manusia purba hidup berkelompok untuk bertahan hidup.

  • Evolusi penggunaan alat-alat sederhana berbahan batu.

  • Momentum krusial penemuan api sebagai awal peradaban yang lebih maju.

Adam: Sang Khalifah yang Cerdas

Abdurrakhman menjelaskan bahwa penciptaan Nabi Adam AS menandai era “Manusia Modern”. Berbeda dengan makhluk-makhluk sebelumnya, Allah SWT membekali Nabi Adam dengan kecerdasan kognitif yang luar biasa, yakni kemampuan untuk mengenali nama-nama benda dan konsep (ilmu pengetahuan).