Artikel

Apapun Keadaannya, Hati Kita Harus Tetap Salim (Bersih). Oleh: Drs. Tauhid, S.H., M.H.

(Pontianak, 25 februari 2026) – Suasana ba’da zuhur di Mushala Al-Hikmah Pengadilan Tinggi Agama Pontianak terasa khidmat dengan digelarnya tausiyah yang disampaikan oleh Drs. Tauhid, S.H., M.H. (Hakim Tinggi) dan dimoderatori oleh Renny Susanti, S.Ag., M.E. (Panmud Banding). Kegiatan ini diikuti oleh aparatur PTA Pontianak sebagai bagian dari pembinaan rohani rutin.

Dalam tausiyah bertema “Apapun Keadaannya, Hati Kita Harus Tetap Salim (Bersih)”, Pak Tauhid menegaskan bahwa masalah hati merupakan persoalan pokok dan mendasar, karena substansi manusia terletak pada hatinya. Ia mengutip hadis riwayat Imam Muslim, “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuhmu dan tidak pula kepada rupamu, tetapi Dia melihat kepada hatimu.” (HR. Muslim, no. 2564).

Menurutnya, manusia saat ini cenderung lebih memperhatikan fisik dibandingkan kebersihan hati. Padahal, jika fisik saja diperindah, maka hati yang menjadi penilaian Allah SWT tentu lebih utama untuk dijaga dan disucikan.

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan tiga kondisi hati, yaitu qalbun salīm (hati yang bersih dan selamat), qalbun marīḍ (hati yang sakit dan masih bisa diobati), serta qalbun mayyit (hati yang mati dan tidak lagi merespons kebenaran).

Lalu bagaimana agar hati tetap berada pada posisi qalbun salīm? Pak Tauhid menyampaikan dua kunci utama, yakni menjaga hubungan baik dengan Allah dan sesama manusia serta terus mensucikan diri dari berbagai penyakit hati.

Adapun langkah konkret menjaga kebersihan hati antara lain dengan memperbanyak zikir mengingat Allah, melakukan muhasabah atau evaluasi diri setiap hari, menjaga lisan dan pergaulan, menerapkan pola hidup sederhana, serta senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT.

Tausiyah ini menjadi pengingat bagi seluruh aparatur PTA Pontianak bahwa di tengah berbagai dinamika pekerjaan dan kehidupan, menjaga kebersihan hati adalah fondasi utama dalam membangun integritas, profesionalisme, dan ketulusan dalam melayani.