Artikel

Menjaga Hati dari “Peperangan” Dunia dan Nafsu. Oleh: Drs. Tauhid, S.H., M.H.

 

(Pontianak, 11 Maret 2026) – Suasana khidmat menyelimuti Mushola Al-Hikmah pada Kamis siang ini. Mengisi momentum bulan suci Ramadhan, aparatur Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak menggelar kegiatan tausiyah rutin yang dihadiri oleh pimpinan dan seluruh pegawai.

Acara dipandu oleh Jumadi, S.H.I.  selaku moderator, dengan menghadirkan Drs. Tauhid, S.H., M.H. (Hakim Tinggi) sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, beliau membawa pesan mendalam yang menghubungkan realitas geopolitik dunia dengan kondisi spiritual manusia.

Geopolitik dan Jihad Terbesar

Membuka ceramahnya, Tauhid menyoroti konflik global yang kian memanas, termasuk ambisi hegemoni perminyakan yang memicu ketegangan antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

“Ini adalah perang yang rumit, perang urusan perut dan pangan. Jika kita melihat secara objektif, posisi yang mempertahankan diri, dalam hal ini Iran, adalah posisi yang benar dibandingkan yang menyerang,” ujarnya.

Namun, beliau menekankan bahwa ada peperangan yang jauh lebih krusial bagi setiap Muslim. Mengutip pesan Rasulullah SAW pasca Perang Badar, beliau mengingatkan bahwa jihad melawan musuh di medan perang adalah “jihad kecil”, sedangkan jihad melawan hawa nafsu adalah “jihad besar”.

Pertempuran di Dalam Hati

Tauhid menjelaskan bahwa di dalam jiwa setiap manusia senantiasa terjadi bisikan antara malaikat dan setan.

  • Titik Noda: Setiap dosa diibaratkan seperti satu titik hitam pada kain putih.

  • Hati yang Keras: Jika dosa terus menumpuk, hati akan menghitam dan mengeras, sehingga sulit menerima kebenaran.

  • Solusi Al-Qur’an: Beliau mengajak jamaah untuk mengamalkan ayat Al-Qur’an agar segera menjemput ampunan Allah SWT tanpa menunda-nunda.

“Jangan sampai kita wafat dalam keadaan suul khatimah atau membawa dosa. Mari kita ikhtiarkan agar akhir hidup kita adalah husnul khatimah,” pesannya dengan penuh penekanan.

Menjadi Agen Perubahan yang Konstruktif

Tausiyah ini ditutup dengan harapan agar nilai-nilai spiritual Ramadhan dapat bertransformasi menjadi aksi nyata, sejalan dengan terpilihnya Agen Perubahan PTA Pontianak yang baru saja diumumkan hari ini.

Sikap konstruktif para Agen Perubahan diharapkan mampu membawa perubahan positif di lingkungan kerja. Dengan hati yang bersih dan semangat perubahan, PTA Pontianak optimis dapat menjadi contoh dan role model yang baik bagi instansi lainnya di seluruh Indonesia.