Sukses Sebagai Host Bimtek Kaum Rentan Zona 13, PTA Pontianak Hadirkan Narasumber Dengan Perspektif Psikologis Untuk Peradilan yang Inklusif

Pontianak, 25 Juli 2025 – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak sukses menjadi tuan rumah kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunikasi Terhadap Kaum Rentan Berhadapan dengan Hukum untuk wilayah Zona 13 yang meliputi PTA Pontianak dan PTA Palangkaraya. Kegiatan ini diikuti oleh 26 satuan kerja dari seluruh wilayah hukum dua PTA tersebut, dan diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring).

Acara dimulai pukul 08.00 WIB oleh MC Desiyanti, S.H., M.H. (Analis Perkara Peradilan PTA Pontianak) dan pembacaan Doa oleh H. Muhammad Sidik, S.H., M.H. (Panitera Pengganti dari PTA Palangkaraya).

Dalam sambutan pembukanya, Ketua PTA Pontianak menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan sudut pandang baru bagi para Hakim dan Tenaga Teknis dalam memahami kaum rentan dari aspek psikologis. Dr. Drs. H. Moch. Sukkri, S.H., M.H. juga membuka peluang ke depan untuk menjalin kerja sama antara lembaga peradilan dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Kalimantan Barat, guna mewujudkan pengadilan agama sebagai lembaga yang inklusif dan berperspektif psikologis.

Bimtek ini menghadirkan narasumber ahli, Dr. Hj. Fitri Sukmawati, M.Psi., seorang psikolog, dosen, praktisi, dan saksi ahli di berbagai lembaga, termasuk kepolisian dan pemerintah daerah. Profil beliau disampaikan oleh moderator acara, Dra. Hj. Nur Laela, M.H. (Panitera PTA Pontianak).

Dalam paparannya, narasumber menyampaikan materi mendalam mengenai:
-
Siapa saja yang termasuk dalam kategori kaum rentan,
-
Teknik komunikasi yang empatik dan efektif,
-
Cara pengadilan mengidentifikasi kebutuhan pendampingan bagi kaum rentan,
-
Praktik komunikasi dalam pelayanan administrasi dan proses persidangan,
-
Pemanfaatan AVJJ (Audio Visual Jarak Jauh),
-
Serta berbagai tantangan komunikasi terhadap kaum rentan di lingkungan peradilan agama.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung dinamis. Peserta menyampaikan pertanyaan-pertanyaan berbobot, yang dijawab secara lugas dan aplikatif oleh narasumber.
Sebagai puncak kegiatan, peserta disuguhkan sesi roleplay. Roleplay diperankan oleh Drs. Tauhid, S.H., M.H. (Hakim Tinggi PTA Pontianak) sebagai mediator dan Hj. Dwi Sulastri, S.H. (Panitera Pengganti PTA Pontianak) sebagai seorang ibu rumah tangga lanjut usia yang menghadapi perkara perceraian. Akting yang kuat dan penghayatan peran yang mendalam membuat suasana cair, penuh tawa namun tetap sarat pembelajaran.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pengawas Badilag. Tim TI PTA Pontianak mampu bekerja dengan baik, menghadirkan visual dan suara yang jernih dengan dukungan jaringan internet berkecepatan tinggi dan tampilan Zoom yang menarik.


Bimtek ini menjadi langkah strategis PTA Pontianak dan PTA Palangkaraya untuk menguatkan kompetensi komunikasi tenaga teknis, khususnya dalam menangani kaum rentan, demi pelayanan peradilan agama yang adil, humanis, dan inklusif.



