Berita Peradilan

Rekap Statistik Perkara Sewilayah PTA Pontianak Semester I Tahun 2025

Pontianak, 30 Juli 2025 – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak merilis data statistik perkara selama periode Januari hingga Juni 2025. Laporan ini mencerminkan volume dan jenis perkara yang ditangani baik di tingkat banding maupun di tingkat pertama di seluruh Pengadilan Agama sewilayah Kalimantan Barat.

Perkara Banding: 23 Masuk, 17 Putus

Selama semester pertama tahun 2025, PTA Pontianak menerima 23 perkara banding. Dari jumlah tersebut, 17 telah berhasil diputus dan 6 perkara masih dalam proses. Tidak ada sisa perkara dari tahun sebelumnya, menunjukkan efisiensi awal tahun yang cukup baik.

Perkara banding didominasi oleh perkara cerai talak (9 perkara) dan cerai gugat (8 perkara). Selain itu, terdapat 1 perkara harta bersama, 2 perkara hadhanah (penguasaan anak), 2 perkara kewarisan, serta 1 perkara lainnya.

Perkara Tingkat Pertama: Lebih dari 4.700 Perkara Masuk

Pada tingkat pertama, sebanyak 4.751 perkara masuk ke 11 Pengadilan Agama di wilayah PTA Pontianak. Tiga satuan kerja dengan jumlah perkara terbanyak adalah:

  • PA Sambas: 1.063 perkara

  • PA Pontianak: 826 perkara

  • PA Sungai Raya: 631 perkara

Sementara PA dengan jumlah perkara paling sedikit adalah PA Nanga Pinoh dengan 140 perkara.

4.113 Perkara Telah Diputus di Tingkat Pertama

Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, sebanyak 4.113 perkara telah diputus. Angka ini mencerminkan kinerja penyelesaian perkara yang cukup tinggi. PA Sambas menjadi yang tertinggi dengan 896 perkara putus, diikuti PA Pontianak (727 perkara) dan PA Sungai Raya (530 perkara).

Jenis Perkara Didominasi Cerai Gugat dan Cerai Talak

Jenis perkara yang paling banyak ditangani di tingkat pertama adalah cerai gugat sebanyak 2.745 perkara, disusul cerai talak sebanyak 641 perkara. Isbath nikah (688 perkara) dan dispensasi kawin (272 perkara) juga menempati jumlah yang cukup signifikan.

Jenis perkara lainnya yang turut ditangani mencakup:

  • Penetapan ahli waris: 106 perkara

  • Perwalian: 66 perkara

  • Asal usul anak: 33 perkara

  • Harta bersama: 17 perkara

  • Wali adhol dan kewarisan masing-masing 12 perkara

  • Izin poligami: 6 perkara

  • Pembatalan perkawinan: 1 perkara

  • Lain-lain: 138 perkara

PTA Pontianak terus berupaya menjaga efektivitas dan efisiensi penyelesaian perkara di seluruh wilayah hukumnya. Data ini menjadi tolok ukur penting dalam mendukung reformasi peradilan dan pelayanan publik yang lebih baik di masa mendatang.