BATARA Diujicoba, Era Baru Penyusunan SAKIP Dimulai
(Pontianak, 20 November 2025) – Biro Perencanaan dan Organisasi Mahkamah Agung RI yang datang langsung dari Jakarta menggelar kegiatan Uji Coba fitur e-SAKIP pada aplikasi BATARA, Kamis pukul 13.30 WIB di Aula PTA Pontianak. Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan dan Pejabat Struktural PTA Pontianak serta peserta undangan dari PA Pontianak, PA Sungai Raya, Dilmil Pontianak, dan PTUN Pontianak.
Dalam sambutannya, Ketua PTA Pontianak menyampaikan harapannya bahwa implementasi aplikasi BATARA dapat semakin mempercepat dan meningkatkan efektivitas penyusunan SAKIP di satuan kerja peradilan. “Kami sangat menghargai kehadiran bapak-ibu di sini untuk berbagi ilmu. Semoga aplikasi BATARA dapat membantu mempercepat dan mengefektifkan penyusunan dokumen SAKIP di lingkungan peradilan,” ujar Dr. Drs. H. Moch. Sukkri, S.H., M.H.

Kegiatan dipandu oleh Roni Kurniawan, S.Kom., Kasubbag Rencana Program dan Anggaran PTA Pontianak. Ia menjelaskan bahwa aplikasi BATARA resmi diluncurkan pada 17 Oktober 2025 sebagai platform yang tidak hanya mempermudah penyusunan laporan SAKIP, namun juga mendukung proses pengukuran kinerja. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir perwakilan Biro Perencanaan dan Organisasi Mahkamah Agung RI, yaitu Yovi Silfani (Kasubbag Pelaporan), Grace Maria (Kasubbag Evaluasi), Rina Alprini (Perencana Ahli Muda), dan Arkan Fadhil (Operator/Teknisi Sarana dan Prasarana).

Grace Maria menjelaskan bahwa selain uji coba fitur e-SAKIP, kegiatan ini juga sekaligus menjadi media sosialisasi Indikator Kinerja Utama (IKU) terbaru Mahkamah Agung. Sementara itu, Yovi Silfani menyampaikan Kebijakan Penyusunan dan Penyampaian Dokumen SAKIP, termasuk hasil evaluasi AKIP tahun 2024 yang mencapai nilai 72,85 dengan predikat BB. Ia menekankan pentingnya kesatuan standar IKU pada bidang kesekretariatan agar tidak terjadi modifikasi di satuan kerja masing-masing. Dokumen SAKIP tahun 2026 nantinya wajib disampaikan paling lambat 28 Februari melalui aplikasi e-SAKIP Reviu Kementerian PANRB, aplikasi BATARA MA, serta website satuan kerja masing-masing.

Materi teknis terkait fitur BATARA dijelaskan oleh Rina Alprini yang juga membagikan QR Code untuk menerima saran dan masukan peserta. Dalam sesi tanya jawab, peserta terlihat antusias, salah satunya Helen dari PA Sungai Raya yang menanyakan fleksibilitas perubahan data pada sistem, dan dijawab bahwa perubahan tetap dapat dilakukan saat diperlukan. Roni juga sempat mengonfirmasi terkait penjenjangan kinerja, penyusunan pohon kinerja dan cascading sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh eviden penyusunan SAKIP dapat diselesaikan tepat waktu dan aplikasi BATARA dapat memberikan manfaat nyata dalam peningkatan akuntabilitas kinerja satuan kerja di lingkungan Mahkamah Agung RI.


