PTA Pontianak Selenggarakan Pembinaan dan Pengantar Alih Tugas Ketua dalam Nuansa Haru
(Pontianak, 30 Januari 2026) – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak menyelenggarakan kegiatan Pembinaan dan Pengantar Alih Tugas Ketua PTA Pontianak, Dr. Drs. Moch. Sukkri, S.H., M.H., yang akan mengemban amanah baru sebagai Ketua PTA Bandar Lampung.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini berlangsung di hari Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di Command Center PTA Pontianak, mulai pukul 08.00 WIB. Dan dihadiri secara langsung oleh para Hakim Tinggi, aparatur PTA Pontianak, serta pimpinan Pengadilan Agama terdekat. Sementara itu, satuan kerja yang berada di wilayah jauh mengikuti acara melalui daring.
Acara dibuka oleh MC Roman dan Ayu dengan suasana hangat dan penuh keakraban melalui saling berbalas pantun, yang langsung mencairkan suasana.

Pada sesi pesan dan kesan, Hakim Tinggi Drs. Abdurrakhman Masykur, S.H., M.H., Ph.D. menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Ketua PTA Pontianak selama ini serta mendoakan agar beliau senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam menjalankan tugas di tempat yang baru.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video dokumenter yang menampilkan rangkaian kegiatan, kebersamaan, serta kunjungan Ketua PTA Pontianak ke 11 Pengadilan Agama se-Kalimantan Barat, yang menggambarkan kedekatan, komitmen, dan dedikasi beliau selama memimpin.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Drs. Moch. Sukkri, S.H., M.H. menyampaikan pembinaan dan sambutan, sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran atas kerja sama, dukungan, dan kebersamaan yang telah terjalin. Beliau juga menyampaikan keyakinannya bahwa PTA Pontianak akan terus melangkah maju dan semakin berprestasi ke depannya.

Sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan kebersamaan, acara dimeriahkan dengan persembahan lagu dari PTA Voice, yang beranggotakan para Srikandi PTA Pontianak, menghadirkan suasana haru dan penuh makna. Nampak sekali-sekali, peyanyi PTA Voice menitikkan air mata saat sedang bernyanyi. Ketua PTA Pontianak beserta istri pun ikut naik ke atas panggung dan bergabung saat lagu Ayah dari Peterpan dinyanyikan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian souvenir dari para peserta, dilanjutkan dengan salam-salaman, sebagai simbol perpisahan yang hangat dan penuh kekeluargaan.



