Ketua: ZI Bukan Hanya Sekedar Predikat, Tetapi Mindset
(Pontianak, 12 Februari 2026) _ Dr. Candra Boy Seroza (Ketua PTA Pontianak), mengawali hari pertama pengabdiannya di Bumi Khatulistiwa dengan menyelenggarakan kegiatan perkenalan dan pembinaan kepada seluruh satuan kerja wilayah Kalimantan Barat pada Kamis pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid sebagai simbol sinergi awal kepemimpinan yang menekankan integritas, profesionalisme, dan pelayanan peradilan yang modern.
Sebelumnya, kedatangan Ketua PTA Pontianak pada pagi hari disambut hangat oleh Wakil Ketua beserta istri, hakim tinggi, dan seluruh aparatur sebagai bentuk penghormatan sekaligus semangat kebersamaan dalam menyambut kepemimpinan baru.

Rangkaian acara pembinaan berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa oleh Ketua Pengadilan Agama Mempawah, dilanjutkan pemutaran video selayang pandang PTA Pontianak yang diproduksi oleh Tim Teknologi Informasi. Suasana semakin semarak dengan persembahan Tari Jepin Melayu Pontianak oleh Srikandi PTA Pontianak sebagai representasi kearifan lokal.

Dalam sesi pembinaan, Ketua PTA Pontianak menegaskan bahwa integritas merupakan ruh peradilan, sementara profesionalitas adalah raganya. Beliau mengingatkan bahwa amanah jabatan bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani pencari keadilan secara optimal. Penekanan juga diberikan pada pentingnya budaya kerja disiplin, transformasi digital, serta penguatan integritas sebagai fondasi pelayanan publik yang dipercaya masyarakat.
Dalam arahannya, Ketua Dr. Candra Boy Seroza menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak boleh dipandang sekadar sebagai capaian administratif. “ZI bukan hanya sekadar predikat, tetapi mindset,” tegas beliau. Pernyataan tersebut menjadi penekanan bahwa integritas harus hidup dalam pola pikir, sikap, dan budaya kerja aparatur, sehingga reformasi peradilan berjalan secara nyata dan berkelanjutan dalam pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.
Materi pembinaan turut menguraikan arah strategis optimalisasi program prioritas Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Badilag, meliputi percepatan penyelesaian perkara, penguatan integritas aparatur, digitalisasi layanan berbasis SPBE, reformasi pelayanan publik, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen kolektif seluruh aparatur peradilan agama wilayah Kalimantan Barat untuk mewujudkan peradilan yang modern, berintegritas, dan berorientasi pelayanan.


