Artikel

Tadabur Surah Muhammad Ayat 38. Oleh: Drs. Abdul Kholik, M.H.

 

Pontianak, 12 Maret 2026 – Memasuki minggu ketiga bulan suci Ramadan 1447 H, Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak terus konsisten menyemarakkan syiar Islam melalui kegiatan tausiyah ba’da Zuhur. Pada agenda hari ini, suasana khidmat menyelimuti Musholla Al-Hikmah dengan hadirnya Bu Tuti Yuliarti, S.H. sebagai moderator dan Bapak Drs. Abdul Kholik, M.H. sebagai pemateri utama.

Tema yang diangkat kali ini sangat krusial bagi kehidupan beragama dan bernegara, yakni: “Tadabur Surah Muhammad Ayat 38”

Urgensi Tadabur Al-Qur’an sebagai Pedoman

Dalam mukadimahnya, Pak Abdul Kholik mengingatkan jamaah bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan untuk mengejar pahala harafiah, melainkan pedoman hidup yang harus dipahami maknanya.

“Bagaimana kita bisa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman jika kita tidak tahu apa yang dikomunikasikan Allah kepada kita? Tanpa tadabur, hidup kita mungkin terlihat berlebihan secara materi, namun hati akan tetap tersiksa karena kehilangan fungsi Al-Qur’an sebagai Asy-Syifa (penyembuh hati) dan Al-Furqan (pembeda yang halal dan bathil),” tegas beliau.

Landasan Utama: Surah Muhammad Ayat 38

Sebagai inti dari tausiyah, beliau membedah kandungan Surah Muhammad ayat 38:

“Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah. Lalu di antara kamu ada orang yang kikir, dan barangsiapa kikir sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Mahakaya dan kamulah orang-orang yang fakir. Dan jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (bersikap) seperti kamu.”

Dua Poin Tafakur Utama

Pak Abdul Kholik membagi renungan ayat ini ke dalam dua poin besar:

  1. Kewajiban Terhadap Harta: Ayat ini secara eksplisit mengajak kita untuk berjihad melalui infak. Beliau menekankan bahwa sikap bakhil atau kikir sejatinya adalah bentuk kekikiran terhadap diri sendiri, karena hakikatnya Allah-lah Yang Maha Kaya ($Al-Ghaniy$), sedangkan manusia hanyalah fakir yang butuh pertolongan-Nya.

  2. Prediksi Rasulullah & Ancaman Pergantian Kaum: Poin kedua menyentuh aspek sejarah dan nubuat. Rasulullah SAW pernah memberikan peringatan kepada para sahabat (melalui Salman al-Farisi) bahwa jika umat Islam berpaling dari ketaatan dan tanggung jawab dakwah, Allah akan menggantikan posisi mereka dengan kaum lain—dalam hal ini merujuk pada bangsa Persia yang saat itu dipimpin integritasnya oleh Salman.