Pengadilan Tinggi Agama Pontianak Menggelar Wisuda Purnabakti Hakim Tinggi

Pengadilan Tinggi Agama Pontianak Menggelar Wisuda Purnabakti Hakim Tinggi

Pengadilan Tinggi Agama Pontianak kemarin (19/06) menggelar upacara wisuda Purnabakti Hakim Tinggi, Drs. H. Iri Hermansyah, S.H. yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak, Dr. Hj. Rokhanah, S.H., M.H. Acara yang berlangsung haru dan khidmat ini dilaksanakan di  Command Center Pengadilan Tinggi Agama Pontianak yang dihadiri oleh seluruh Aparatur Pengadilan Tinggi Agama Pontianak, Ketua, Wakil Ketua, Panitera dan Sekretaris Pengadilan Agama se-Kalimantan Barat.
Acara yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Presiden RI dan riwayat singkat, pelepasan lencana hakim dan pemasangan syal, pemberian plakat dan pemberian buket bunga.
Melihat perjalanan karir bapak Drs. H. Iri Hermansyah, S.H., beliau memulai CPNS Pengadilan Agama Pontianak dari tahun 1984 s.d. 1986;, PNS Pengadilan Agama Pontianak dari tahun 1986 s.d. 1988, Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Pontianak dari tahun 1988 s.d. 1994, Hakim Pengadilan Agama Pontianak dari tahun 1994 s.d 2002, Wakil Ketua Pengadilan Agama Pontianak dari tahun 2002 s.d 2004, Ketua Pengadilan Agama Sanggau dari tahun 2004 s.d 2008, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara dari tahun 2008 s.d 2010, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Bengkulu dari tahun 2010 s.d 2012, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung dari tahun 2012 s.d 2016 dan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dari tahun 2016 s.d 2023.
Kami seluruh Pengadilan Tinggi Agama Pontianak mengucapkan selamat memasuki Purna Tugas Bapak Drs. H. Iri Hermansyah, S.H., terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dharma bakti dan pengabdian panjang yang telah Bapak persembahkan. Tidak lupa, kami ucapkan pula terima kasih kepada istri dan anak-anak yang telah setia mendampingi dalam suka-duka selama mengabdi sebagai aparatur pengadilan.
Sampai pada batas usia pensiun merupakan keberhasilan dalam mencapai garis finish pengabdian dengan akhir yang indah dan cemerlang dalam pencapaian hidup karena memasuki masa purnabakti adalah ibarat membuka lembaran baru dalam kehidupan. Bagi seorang pemimpin sejati, usia purnabakti bukanlah masa yang suram sebagaimana dicemaskan sebagian orang, karena mereka takut kehilangan wewenang yang selama ini mereka pangku (post-power syndrome). Padahal, justru di fase inilah seorang pemimpin mencapai puncak keparipurnaannya dalam berkhidmat kepada nusa dan bangsa. Lebih dari itu, selaku seorang insan yang beriman, di fase ini pula setiap kita berkesempatan untuk mengevaluasi diri, ber-muhasabah serta berkontemplasi tentang apa-apa yang sudah kita lakukan selama ini, sembari mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan akhirat. (by_desi)

×
Skip to content