Dialog Online Antara MA-RI dan FCFCOA Bahas Perlindungan Hak Perempuan dan Anak

(23/02/2024) – Pagi ini Pimpinan, Hakim Tinggi, dan Panitera PTA Pontianak mengikuti dialog yudisial secara online antara Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA-RI)  dan Federal Circuit and Family Court of Australia (FCF-COA) pada pukul 08.30 WIB di Command Center.

Dialog dibuka oleh Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M. (Sekretaris Ditjen Badilag), beliau berharap dialog ini membawa banyak manfaat bagi yang mengikuti. “Mudah-mudahan diskusi online ini membawa manfaat bagi kita semua, utamanya dalam upaya untuk terus memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak pasca perceraian sehingga negara hadir saat masyarakat membutuhkan,” ujarnya sekaligus membuka acara.

Pidato kunci tentang hak perempuan dan anak di Indonesia disampaikan oleh YM Prof. Dr. Drs. H. Amran Suadi, S.H., M.Hum., M.M. (Ketua Kamar Agama MA-RI). Selama ini banyak usaha yang sudah diterapkan untuk melindungi hak perempuan dan anak sepeti regulasi, sosialisasi dan berbagai penguatan lainnya seperti MoU dengan pihak-pihak yang berkepentingan.

Untuk hak anak, kebijakan itu kita tuangkan di Perma nomor 5 Tahun 2019 tentang pedoman mengadili perkara Dispensasi Kawin. “Dispensasi Nikah kita terapkan untuk dapat mengeliminir konflik dalam kehidupan rumah tangga, khususnya bagi pasangan muda,” jelas YM Prof. Amran Suadi.

Pidato lainnya juga disampaikan The Hon Judge Patrizia Mercurie (Deputy Chief Judge FCFCOA) dan pembicara lain seperti Dr. H. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag. (Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama), dan Dr. H. Suhartono, S.Ag., S.H., M.H. (Ketua PA Surabaya), dengan moderator M. Natsir Asnawi, S.H.I., M.H. (Hakim Yustisial Badan Strategi Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan MA-RI)

 (TimRed PTA PTK)

×
Skip to content