Bukan 27 Tapi 1, Bukan 96 Tapi 1

Bengkayang, Kalbar | www.pa-bengkayang.go.id

(Senin, 12/02/2013). Sebagaimana Senin-senin sebelumnya, pada hari Senin pagi tanggal 13 Februari 2023 kali ini pun, Pengadilan Agama Bengkayang kembali menggelar Apel Pagi. Giat yang seakan sudah menjadi sebuah kredo tersebut, dilaksanakan di Halaman Utama Kantor Pengadilan Agama Bengkayang. Mendungnya Langit Bumi Sebalo Bengkayang pagi ini, semakin menambah khidmat jalannya Apel di hari Senin Pagi pekan ketiga bulan Februari 2023 kali ini.

Dalam amanahnya, Wakil Ketua Pengadilan Agama Bengkayang menyampaikan, menegasikan apa yang telah disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Bengkayang pada kesempatan Apel Jum’at Sore tanggal 10 Februariu 2023. Miftahul Arwani, Wakil Ketua yang sebelumnya bertugas di Pengadilan Agama Soreang tersebut berupaya menerjemahkan kenapa hingga kemudian Ketua menyampaikan pujian dan ucapan terimasih kepada Hakim dan Aparatur Pengadilan Agama Bengkayang.

“Saya cukup mengambil alih 10 Budaya Malu yang ditelah sama-sama kita ucapkan tadi. Saya berharap kita sama-sama komit untuk itu semua. Mari kita jaga keberkahan kita, keberkahan keluarga kita, keberkahan hidup kita. Yakinlah untuk itu, sebab dunia itu halalnya saja dihisab apalagi haramnya, akan diazab”, tegas Wakil Ketua yang juga pernah bertugas di Sampit dan Sukamara tersebut mengawali amanahnya.

“Selanjutnya perlu bersama kita pahami, kenapa Ketua, mengapa kami sebagai Pimpinan melontarkan pujian dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada kawan-kawan semuanya. Sebab betapapun Nilai Akhir Penilaian Prestasi Kinerja Satuan Kerja Di Lingkungan Peradilan Agama Triwulan IV Tahun 2022, Pengadilan Agama Bengkayang berada di peringkat ke-27 secara Nasional, akan tetapi sesungguhnya kita, Pengadilan Agama Bengkayang berada di peringkat ke-1 secara Regional. Kita memimpin diantara ketujuh Satuan Kerja Peradilan Agama Kelas II di wilayah Pengadilan Tinggi Agama Pontianak. Bukan hanya tepuk tangan selebrasi, tapi kita patut bangga karena itu, kita pantas untuk bersyukur lebih dengan pencapaian kita itu”, tegas Miftahul.

Lebih lanjut, Miftahul Arwani menyampaikan bahwasannya ibarat sebuah tim sepak bola, maka tim seperti Real Madrid, Barcelona, Mancester City, Chelsea, Bayer Munchen, Inter Milan, Juventus dan PSG adalah tim-tim raksasa, tim-tim yang menjadi magnet bagi pemain bintang, tim-tim yang secara kualitas, kuantitas finansial, sarana dan prasarana lebih unggul dibanding tim-tim lainnya. Maka prestasi adalah harga mati bagi mereka, prestasi menjadi gampang bagi mereka, prestasi bagi mereka adalah harga diri, sebuah prestise bagi mereka, dan sebaliknya. Akan tetapi, lain ceritanya bila Deportivo La Coruna, Lecester City, VfL Wolfsburg, Parma dan Lille menjadi juara di liganya masing-masing. Akan menjadi lebih dari sekedar luar biasa, menjadi sesuatu yang sangat luar biasa bila tim-tim medioker tersebut, bisa dan mampu menjadi juara. Hal itu membuktikan bahwa bukan semata alat yang cangih, bukan kemegahan fasilitas yang menentukan prestasi, akan tetapi user dari alat canggih tersebut yang mempengaruhi, akan tetapi para pemain yang komitmen, yang terbiasa bekerja keras, yang semangatnya membara yang bisa menjadi pemenang.     

WhatsApp Image 2023 02 13 at 09.41.47

“Kita pun wajib bersyukur sebab alhamdulillah Rapor Kinerja Penanganan Perkara SIPP Pengadilan Agama Bengkayang Periode 3 Februari 2023, masih berada di rangking 1 Nasional untuk kategori perkara di bawah 250. Betapapun Pengadilan Agama Bengkayang berada di nomor urut 96 akan tetapi kita rangking 1 Nasional bersama dengan Pengadilan Agama Ketapang, Pengadilan Agama Sanggau, Pengadilan Agama Mempawah, Pengadilan Agama Putusibau dan Pengadilan Agama Nanga Pinoh. Bersama dengan 189 Pengadilan Agama lainnya, Pengadilan Agama Bengkayang kokoh di pucuk peringkat mengungguli 104 Pengadilan Agama lainnya Seluruh Indonesia”, ungkap Wakil Ketua yang sedari tanggal 6 Februari 2023 mengikuti Pelatihan Sertifikasi Ekonomi Syariah Peradilan Agama Seluruh Indonesia Tahap I yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI cq. Pusdiklat Teknis Peradilan tersebut.

“Karenanya, untuk prestasi, dedikasi, komitmen, tanggungjawab dan disiplin teman-teman semuanya, wajar kami selaku Pimpinan melontarkan pujian dan menyampaikan ucapan terima kasih buat teman-teman semua. Bukan hanya benar apa yang disampaikan Ketua bahwa seorang Pemimpin itu harus pandai memuji dan pandai berucap terimakasih atas kinerja Timnya (baca: https://pa-bengkayang.go.id/id/berita/arsip-berita/645-ketua-pa-bengkayang-puji-timnya-saat-pelaksanaan-apel-jum-at-sore). Akan tetapi lebih dari itu, seorang pemimpin yang brilian dan cemerlang tetapi kaku dan tidak bisa menyampaikan penghargaan maupun ucapan terimakasih secara baik bisa kalah bersaing dengan pemimpin lain yang sesungguhnya tidak sehebat dia, namun mempunyai kemampuan menjalin komunikasi yang baik dengan para bawahannya, termasuk ketika menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih”, lanjut Miftahul.

“Lain daripada itu, pujian dan ucapan terima kasih itu merupakan upaya membangun kesadaran diri kita, semua Hakim dan Aparatur Pengadilan Agama Bengkayang. Pujian dan ucapan terima kasih itu membesarkan diri kita, mempompa semangat kita, menyadarkan kita bahwa kita sesungguhnya bisa, bahwa betapapun dalam segala keterbatasan, sungguhpun kita dalam ketidaksempurnaan akan tetapi dengan modal dedikasi, komitmen, tanggungjawab, disiplin, kerja sama dan bekerja sama-sama maka kita akan menjadi bisa. Dan prestasi menjadi hal yang bukan haram bagi kita, prestasi menjadi hal yang sangat mungkin kita raih”, ungkap Miftahul.

“Prestasi kita, Pengadilan Agama Bengkayang dalam hal KinSatker dan SIPP di atas, prestasi yang kita raih pada akhir pekan kedua bulan Februari 2023 kali ini, karenanya harus kita baca dan pahami dengan kalimat ‘Bukan 27 Tapi 1, Bukan 96 Tapi 1’.

Namun yang juga tidak boleh dilupakan dan harus selalu kita sadari adalah kita harus tahu bahwasannya lebih baik dicubit tapi karenanya kita menjadi tersadar, daripada kita dibelai yang karenanya kemudian membuat kita tertidur dan terlena”, tutup Miftahul Arwani. (TimRed-PA.Bky).

 
×
Skip to content