Berita Seputar PTA

Hari Kedua Bimtek PNBP, PTA Pontianak Luncurkan Tiga Inovasi Digital untuk Pelayanan Publik

  

Pontianak (21/10/2025) – Memasuki hari kedua pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan PNBP se-wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak, kegiatan semakin berwarna dengan peluncuran tiga aplikasi inovatif, yang dilaunching langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak bersama Sutarno, S.I.P., M.M. (Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama).

Tiga aplikasi tersebut adalah SIKAPUAS, e-SUKRI, dan ASTIPA, yang masing-masing membawa misi penting dalam mendukung modernisasi layanan peradilan agama menuju tata kelola yang lebih transparan, inklusif, dan berbasis teknologi informasi.

1. SIKAPUAS – Sistem Informasi Kepatuhan Pelaksanaan Putusan Pasca Perceraian PNS

Lahir dari keprihatinan terhadap banyaknya Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak melaksanakan isi putusan pengadilan pasca perceraian—terutama terkait kewajiban nafkah bagi mantan istri dan anak—PTA Pontianak menghadirkan inovasi SIKAPUAS.

Aplikasi ini merupakan hasil kerja sama antara PTA Pontianak dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, yang ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman pada 12 Agustus 2025 di Aula Garuda Kantor Gubernur Provinsi Kalbar, dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Forkopimda, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan pusat.

Dengan fitur analitik real-time dan sistem keamanan data yang kuat, SIKAPUAS menjadi platform terintegrasi lintas instansi yang memastikan pelaksanaan putusan berjalan tertib, cepat, dan transparan.

2. e-SUKRI – Elektronik Sistem untuk Kaum Rentan dan Inklusi

Dikembangkan oleh Pengadilan Agama Sanggau, aplikasi e-SUKRI hadir dari semangat untuk mewujudkan peradilan agama yang ramah dan inklusif bagi semua kalangan, terutama bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan.

Dengan misi menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan empatik, e-SUKRI memberikan akses informasi hukum, pendampingan berkualitas, serta memastikan setiap pihak mendapatkan layanan yang setara.
Aplikasi ini menjadi simbol nilai keadilan, empati, amanah, dan inovasi di lingkungan peradilan agama.

3. ASTIPA – Akses Data Terintegrasi Peradilan Agama

Kebutuhan akan data peradilan agama sering kali dihadapkan pada birokrasi yang panjang. Untuk menjawab tantangan itu, PTA Pontianak memperkenalkan ASTIPA, platform integrasi data lintas instansi yang memungkinkan akses data peradilan secara aman, cepat, dan akurat. Dan lagi-lagi dikembangkan oleh Pengadilan Agama Sanggau.

Dengan ASTIPA, proses pengambilan data kini menjadi lebih efisien dan transparan, sekaligus mendukung layanan informasi publik yang akuntabel sesuai prinsip keterbukaan informasi di lembaga peradilan.

Melalui peluncuran SIKAPUAS, e-SUKRI, dan ASTIPA, Pengadilan Tinggi Agama Pontianak menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan peradilan yang modern, inklusif, dan berintegritas.