Berita Seputar PTA

Pembinaan di PA Bengkayang, Candra Boy Seroza Tekankan Layanan Prima hingga Transformasi Digital

)Bengkayang, 4 Mei 2026) – Ketua PTA Pontianak, Candra Boy Seroza, melaksanakan kegiatan pembinaan kepada seluruh hakim dan pegawai Pengadilan Agama Bengkayang pada Senin (4/5). Kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa Praktik Kerja Pengabdian Kemahiran Hukum dan Peradilan (PKPKHP) dari Fakultas Syariah IAIN Pontianak.

Sebelum kegiatan pembinaan dimulai, Beliau terlebih dahulu meninjau seluruh ruangan di gedung baru PA Bengkayang guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana dalam mendukung pelayanan peradilan.

Kegiatan dibuka oleh Ketua PA Bengkayang, Miftahul Arwani, yang sekaligus memperkenalkan satu per satu hakim dan pegawai yang bertugas di satuan kerja PA Bengkayang.

Di sesi pembinaan yang berlangsung di aula, Candra Boy Seroza menegaskan bahwa pengawasan merupakan mata rantai penting dalam manajemen organisasi, sebagai bagian dari unsur POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Ia juga memberikan sejumlah catatan penting untuk peningkatan kualitas layanan dan kinerja satuan kerja.

Beberapa poin pembinaan yang disampaikan antara lain pentingnya memastikan layanan yang benar-benar prima, dimulai dari petugas keamanan hingga pelayanan di PTSP yang harus dilengkapi dengan visual alur pendaftaran perkara serta penerapan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun). Selain itu, seluruh aparatur, termasuk tenaga outsourcing, diingatkan untuk menjaga nama baik satuan kerja karena kualitas pelayanan akan dinilai secara menyeluruh oleh masyarakat.

Candra Boy Seroza juga menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam mendukung pelaksanaan putusan, khususnya terkait pemenuhan hak-hak perempuan dan anak pasca perceraian. Di sisi lain, pembangunan Zona Integritas harus dilaksanakan secara substansial dengan dokumen yang menjadi living document, bukan sekadar formalitas.

Dalam rangka peningkatan kinerja, ia mendorong budaya kerja ASN yang berorientasi pada hasil (output oriented), menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kantor, serta memperluas akses informasi bagi masyarakat melalui berbagai kanal layanan, termasuk penguatan layanan e-court.

Lebih lanjut, PA Bengkayang juga didorong untuk mempersiapkan transformasi digital, termasuk pengembangan PTSP online yang terintegrasi dengan aplikasi PTA Pontianak. Selain itu, pentingnya rekrutmen mediator non-hakim juga menjadi perhatian untuk meningkatkan keberhasilan mediasi, yang perlu didukung dengan transparansi data kinerja mediator di ruang sidang.

Tidak kalah penting, seluruh ASN didorong untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan, serta Ketua PA Bengkayang diingatkan untuk melaksanakan fungsi pengawasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.  Kegiatan pembinaan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.

 

.