Berita Seputar PTA

BINA MENTAL PEKAN KEDUA RAMADHAN

Minggu ini, kita sudah memasuki pekan kedua bulan Ramadhan. Berikut ini rangkuman kegiatan Bina Mental di PTA Pontianak dari tanggal 18-22 Maret 2024.

Tausiyah dan pembinaan tanggal 18 Maret 2024

(18/03/2024) Di hari pertama pada pekan kedua bulan Ramadhan ini, yang mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan tausiyah ialah Dr. Agus Yunih, S.H., M.H.I. Topik yang disampaikan saat ba’da zuhur yakni tentang ijtihad.

Ijtihad adalah istilah dalam hukum Islam yang mengacu pada proses penalaran independen untuk menemukan solusi hukum atau fatwa atas masalah yang belum memiliki referensi langsung dalam Al-Quran, hadis, atau sumber-sumber hukum Islam lainnya. Dalam bahasa Arab, ijtihad berasal dari kata “jahada”, yang berarti “berusaha” atau “mengerahkan usaha”.

“Sebagai hakim di peradilan agama, tentu saja terkadang ada ijtihad yang dilakukan oleh Hakim, tentunya dengan berbagai metode seperti merujuk Quran dan Hadis, Qiyas, Ijma, serta maslahah mursalah. Di zaman sekarang, kita harus menyesuaikan hukum Islam dengan perubahan zaman dan konteks sosial,” ujarnya.

Selaku pembawa acara, Muhammad Syafei, S.Ag. menyilahkan Wakil Ketua PTA Pontianak untuk memberikan pembinaan. Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan informasi bahwa saat ini Ketua sedang menghadiri proses pelantikan Dirjen Badilag baru, serta Tim TI PTA Pontianak yakni Hardiyanto, S. Kom. dan Daviq Imani Prayogi, A.Md. sedang mengikuti pelatihan dari Kominfo RI selama seminggu penuh secara daring.

 

Tausiyah dan pembinaan tanggal 19 Maret 2024

(19/03/2024) Di hari Selasa, 19 Maret 2024, Hakim Tinggi PTA Pontianak yakni Drs. H. Baharuddin, S.H., M.H. memberikan tausiyah tentang amalan suci di bulan Ramadhan. Sebelumnya beliau kutip hadis Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Apabila Ramadan datang maka pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, serta setan-setan dibelenggu.”

Oleh karena itu, dalam kesempatan besar di bulan penuh berkah ini, beliau menegaskan bahwa kita harus meraih kesempatan untuk mendapatkan kunci pintu surga, menutup pintu neraka, dan merantai setan-setan terbelenggu tersebut.

Beragam cara dijabarkan untuk meraih kesempatan ini. “Cara pertama ialah dengan bersedekah, kemudian menghidupkan tadarus al-Quran, menegakkan tiang Ramadhan, I’tiqaf, dan hal-hal lainnya yang dapat merubah kita menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Setelah Pak Bahar memberikan tausiyah, pembawa acara Hj. Eet Mulyati mempersilahkan Wakil Ketua PTA Pontianak untuk menyampaikan pembinaan.

Dalam pembinaannya, beliau meminta kepada aparatur untuk mengimplementasikan untuk menghidupkan sedekah, salah satunya dengan anjangsana dan bakti sosial yang akan dilakukan besok di panti asuhan, berkaitan dengan HUT IKAHI ke-71. Selain itu beliau sampaikan tentang agenda organisasi seperti rencana untuk menyiapkan rapat tentang pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani untuk PTA Pontianak dan Pengadilan Agama di bawahnya.

 

Tausiyah dan pembinaan tanggal 20 Maret 2024

(20/03/2024) Pada hari Rabu, 20 Maret 2024, giliran Drs. H. Mohamad Gozali, M.H. memberikan tausiyah tentang pernikahan. Dalam memberikan materi ini, beliau mencontoh hubungan Rasulullah dan Siti Aisyah. “Banyak tauladan yang bisa kita contoh dari Rasul dan istrinya, seperti saling pengertian dan toleransi. Jika kita bisa mencontoh hal tersebut, yakinlah bahwa rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah akan terbentuk.” Ungkapnya.

“Selain itu, tujuan menikah dari Allah Swt. ialah terciptanya kebahagiaan. Standar kebahagiaan laki-laki dan perempuan tentu berbeda, yang penting kita harus memupuk kasih sayang sedari awal, berbuat baik, dan memelihara kasih sayang sampai tua,” tambah beliau.

Pasca tausiyah, pembawa acara Hj. Eet Mulyati, S.H., M.H. mempersilahkan Ketua PTA Pontianak untuk menyampaikan pembinaan. Dr. Hj. Rokhanah, S.H., M.H. dalam acara pelantikan Dirjen Badilag yang berlangsung pada Senin (18/03) kemarin, menyampaikan pesan dari Dirjen baru tersebut, “Dalam berjuang untuk meraih prestasi yang gemilang di dunia badan peradilan khususnya peradilan agama, kita harus bersama-sama dalam bekerja, seperti filosofi semut, yang dalam hal berbagi makanan saja bisa dengan tertib saling berbagi apalagi dalam bekerja.” Tuturnya.   

 

Tausiyah dan pembinaan tanggal 21 Maret 2024

(21/03/2024) Di hari Kamis, Drs. H. Aly Santoso, M.H. menyampaikan tausiyah tentang rasa syukur atas nikmat. Rasa syukur adalah salah satu kunci untuk mencapai kebahagiaan. Ketika seseorang mampu menghargai hal-hal kecil dalam hidup dan merasa bersyukur atas apa yang mereka miliki, mereka cenderung lebih bahagia dan puas dengan keadaan mereka. Rasa syukur membantu seseorang untuk melihat sisi positif dari setiap situasi, bahkan dalam masa-masa sulit.

“Seperti halnya dalam kita menyikapi harta, harta yang banyak itu tidak menjamin seseorang akan bahagia atau merasa lebih. Banyak faktor lain yang mempengaruhi kebahagiaan, seperti hubungan sosial yang baik, kesehatan fisik dan mental, rasa pencapaian pribadi, dan perasaan makna dalam hidup.” Jelas beliau.

Setelahnya, Haida Rosida Harrisanty, S.Ag. selaku pembawa acara mempersilahkan Wakil  Ketua untuk memberikan pembinaan. Dalam pembinaan ini, Drs. H. M. Arsyad M, S.H., M.H. mengingatkan kembali tentang tausiyah yang disampaikan dalam sepekan ini perihal ijtihad, amalan di bulan Ramadhan, pernikahan serta rasa syukur.

“Tentu saja tausiyah yang sudah disampaikan wajib kita pahami dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya di bulan Ramadhan. Tausiyah ini kita harapkan dapat memotivasi, meningkatkan kualitas spiritual dan meningkatkan hubungan kita dengan Tuhan.” Ujarnya.