Sekretaris Ditjen Badilag: Kita Harus Punya Prinsip, Banyak Memberi Maka Akan Banyak Menerima

 

(16/10/2023) Di awal pekan ini, PTA Pontianak sangat beruntung karena dikunjungi oleh salah satu pejabat pusat, yakni Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M. beserta rombongannya yakni M. Yakub, S.E., M.M. (Kabag. Perencanaan dan Keuangan Badilag MA-RI), Adnan Qori Widanu, S.E. (Kasubag Dokumen dan Informasi MA-RI), dan Sayid Aziz Imam Mahdi, S.H. (Analis Perkara Peradilan, sub bagian Kelembagaan dan Pelaporan) pada Senin pagi. Beliau disambut dengan hangat oleh Pimpinan beserta seluruh keluarga besar PTA Pontianak. 

Hal pertama yang dilakukan oleh beliau saat pertama sampai ialah langsung meninjau ruangan-ruangan yang ada mulai dari Ruang Kesekretariatan, Kepaniteraan, dan Ruang Hakim Tinggi sambil bersalaman, dan bercengkerama dengan seluruh pegawai.

Setelah berkeliling ruangan dan ngobrol santai bersama pimpinan di ruang Ketua, sambil menikmati minuman, kue, dan langsat punggur (buah khas Pontianak yang kebetulan sedang memasuki musim panennya), Sekretaris Badilag tersebut langsung memimpin pertemuan di ruang Command Center, untuk sharing, menyampaikan pembinaan tentang Zona Integritas, serta menyampaikan perkembangan dari program prioritas Badilag tahun 2023.

Tentang Zona Integritas, ada tiga hal yang lebih penting dari sekedar mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Ukuran sukses yang pertama ialah Perubahan Pola Pikir dan Budaya Kerja menjadi lebih positif dan produktif. Dimulai dari disiplin dalam hal absensi, administrasi, sampai ke pelayanan kepada para pihak. Yang kedua ialah memastikan tidak ada keluhan dari Stakeholder, baik itu dari stakeholder eksternal seperti pelayanan kepada Pengadilan Agama di bawahnya maupun  stakeholder internal yakni bagian dari PTA Pontianak itu sendiri, mulai dari Pimpinan sampai staf dan PPNPN. Dan yang ketiga adalah suasana kantor yang harmonis. Pimpinan adalah kunci agar suasana kantor tetap harmonis, tidak terjadi ketimpangan atau disharmonisasi. “Jika ketiga elemen ini sukses kita terapkan, saya haqqul yakin kita akan meraih predikat WBK,” ujar Pria kelahiran Kotabumi tersebut.

Penguatan Integritas merupakan salah satu program prioritas Ditjen Badilag di tahun 2023. Program lainnya ialah Penguatan Kelembagaan. Badilag sendiri sedang berupaya mengajukan kenaikan kelas beberapa pengadilan, termasuk pembentukan Kelas IA khusus. “Untuk pembentukan Pengadilan Kelas IA Khusus, kita bentuk berdasarkan landasan historis, landasan filosofis, dan landasan geografis,” tambahnya.

Program Prioritas Badilag yang ketiga yakni Penguatan Sumber Daya Manusia. Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis Badilag MA-RI sudah secara rutin mengadakan pelatihan secara daring untuk tenaga teknis. Sedangkan untuk bidang kesekretariatan, sudah banyak pelatihan dari lembaga luar dari Mahkamah Agung itu sendiri, seperti pelatihan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Bappenas, dan lainnya.

Untuk program prioritas Badilag yang terakhir ialah Penguatan Pemanfaatan Teknologi Informasi.  Ada beberapa program TI di Badilag, yang dilakukan ialah optimalisasi e-Court, Gugatan Sederhana, dan Gugatan Mandiri. Termasuk juga implementasi, pengembangan dan replikasi 26 inovasi/aplikasi Ditjen Badilag.

Di akhir pertemuan, Sekretaris memberikan motivasi kepada seluruh pegawai PTA Pontianak. “Kita harus punya prinsip, banyak memberi maka akan banyak juga menerima, percayalah bahwa Allah Swt. sangat adil kepada hambaNya. Kepada diri saya sendiri dan semuanya, saya harap kita semua berani untuk menerima kritik, saling mengingatkan, dan saling menguatkan,” ucap penulis buku Manajemen Risiko Lembaga Peradilan tersebut.

(TimRed PTA PTK)

×
Skip to content