Tingkatkan Kualitas, PTA Pontianak Evaluasi Layanan Internet THC

Pontianak, 13 April 2026 – PTA Pontianak mengundang Trans Hybrid Communications (THC) untuk Rapat Koordinasi pada Senin (13/4) pukul 09.00 WIB di Ruang Rapat PTA Pontianak. Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi performa jaringan Triwulan I 2026 sekaligus mematangkan infrastruktur pendukung kebijakan Work From Home (WFH).
Rapat dibuka secara resmi oleh Plh. Sekretaris PTA Pontianak, Eet Mulyati. Dalam laporannya, Manajer THC Area Kalbar, Zoehfikar, memaparkan bahwa rata-rata penggunaan bandwidth pada Triwulan I mencapai 80 Mbps, dengan puncaknya pada bulan Maret. Meskipun infrastruktur saat ini sudah mendukung Access Point WiFi-6, ia menyarankan adanya penyesuaian device card pada perangkat laptop/PC internal agar penyerapan bandwidth lebih maksimal.
Evaluasi dan Kendala Teknis
Beberapa poin krusial menjadi bahasan dalam diskusi, di antaranya:
-
Optimalisasi WFH: Kasubbag Kepegawaian dan TI, Hardiyanto, menyampaikan keluhan terkait stabilitas jaringan di ruang aula saat pelaksanaan WFH hari Jumat, di mana banyak pegawai mengalami putus koneksi (disconnection).
-
Akses Layanan: Terdapat laporan pemblokiran akses ke Web Badilag dan Web SIASN. Menanggapi hal ini, pihak THC menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena sistem firewall keamanan (IP dianggap spam), dan solusi whitelisting telah dilakukan.
-
Keamanan Jaringan: Diusulkan penggunaan VPN untuk memudahkan akses data server dari luar kantor guna mendukung kelancaran laporan harian pegawai saat WFH.
Inovasi dan Rencana Kedepan
Kabag Perencanaan dan Kepegawaian, Haida, menekankan pentingnya infrastruktur TI yang handal mengingat target besar Ketua PTA Pontianak untuk membangun PTSP Online dan Control Room pemantauan CCTV seluruh Pengadilan Agama Kalimantan Barat.
Sebagai tindak lanjut, THC berkomitmen melakukan mitigasi di ruang aula dengan menambah atau menggeser posisi Access Point serta menyiapkan petugas untuk standby selama masa awal WFH atas permintaan Plh. Sekretaris. Rapat ditutup oleh Plh. Sekretaris dengan harapan agar sinergi ini mampu meminimalisir gangguan teknis, sehingga inovasi pelayanan publik seperti Sidang Online dan PTSP Online dapat berjalan tanpa hambatan.


